Nasional . 21/04/2026, 22:23 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Fin.co.id - Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan empat mata dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan.
Pertemuan strategis yang berlangsung di Istana Merdeka pada Selasa (21/4/2026) ini berfokus pada perumusan kebijakan darurat guna melindungi daya beli masyarakat agar tetap stabil.
Dalam agenda tersebut, Luhut memaparkan serangkaian langkah krusial untuk memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap kokoh namun tetap efektif dalam memberikan stimulus kepada warga.
Kuncinya terletak pada efisiensi anggaran dan ketepatan sasaran kebijakan subsidi.
“Ketua Dewan Ekonomi Nasional menyampaikan sejumlah skenario kebijakan untuk menjaga daya beli masyarakat serta memastikan APBN tetap terkendali, termasuk melalui penguatan digitalisasi pemerintahan (govtech),” tulis laporan resmi Sekretariat Kabinet RI.
Salah satu poin paling fundamental yang dibahas adalah transformasi penyaluran bantuan sosial (bansos).
Pemerintah berkomitmen menghentikan celah kebocoran dana dengan memperkuat implementasi GovTech (Digitalisasi Pemerintahan).
Sistem penyaluran bansos digital yang sebelumnya sukses diuji coba di Banyuwangi, kini siap diekspansi secara masif ke 42 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Digitalisasi ini diharapkan menjadi jawaban atas masalah ketidaktepatan sasaran yang selama ini menjadi momok.
Dengan sistem yang terintegrasi, setiap rupiah dari dana sosial dapat dipantau secara real-time, memastikan transparansi penuh hingga ke tangan penerima manfaat.
Di sisi investasi, pemerintah tidak hanya bermain aman secara domestik. Presiden Prabowo dan Luhut sepakat untuk mempercepat pembentukan Indonesia Financial Center.
Proyek ambisius ini dirancang sebagai magnet untuk menarik arus modal asing (foreign inflow), terutama dari kawasan Timur Tengah yang saat ini mencari pelabuhan investasi yang stabil di Asia Tenggara.
Langkah ini dipandang sangat strategis untuk memperkuat cadangan devisa dan nilai tukar Rupiah di tengah dinamika geopolitik yang terus bergejolak.
Dengan adanya pusat keuangan bertaraf internasional, Indonesia berharap bisa menjadi hub investasi utama bagi para investor global.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media