Siap-siap! Jalan Tol Bakal Kena PPN Mulai 2028, Tarif Tol Bisa Berubah?

news.fin.co.id - 22/04/2026, 17:18 WIB

Siap-siap! Jalan Tol Bakal Kena PPN Mulai 2028, Tarif Tol Bisa Berubah?

ONE WAY KM 414 – KM 263 (Tol Kalikangkung–Pejagan) DIHENTIKAN Siang Ini

Kebijakan pajak karbon menjadi salah satu agenda prioritas yang ditargetkan rampung pada 2026. Pajak ini bertujuan untuk menekan emisi karbon sekaligus mendorong transisi ke ekonomi hijau.

3. Pajak untuk High Wealth Individual (HWI)

Pemerintah juga menyiapkan skema pajak yang lebih adil bagi individu dengan kekayaan tinggi agar kontribusi terhadap negara lebih optimal.

Semua kebijakan ini merupakan bagian dari reformasi sistem perpajakan yang lebih modern dan adaptif terhadap perkembangan global.

Advertisement

Dalam dokumen strategis tersebut, disebutkan bahwa pajak karbon menjadi salah satu kebijakan yang akan lebih cepat direalisasikan dibandingkan PPN jalan tol.

“Pajak karbon direncanakan selesai pada tahun 2026,” tulis dokumen tersebut.

Penerapan pajak karbon diharapkan dapat menjadi instrumen penting dalam upaya Indonesia mengurangi emisi gas rumah kaca serta memenuhi komitmen global terkait perubahan iklim.

Tarif Tol Bisa Berubah?

Salah satu pertanyaan yang muncul dari rencana ini adalah apakah tarif jalan tol akan naik jika PPN diterapkan.

Secara teori, pengenaan PPN pada jasa dapat berdampak pada harga akhir yang dibayar konsumen. Namun, hingga saat ini pemerintah belum merinci skema implementasi, termasuk apakah PPN akan langsung dibebankan kepada pengguna jalan tol atau diatur melalui mekanisme lain.

Oleh karena itu, kepastian terkait dampak tarif masih menunggu aturan teknis yang akan disusun dalam beberapa tahun ke depan.

Secara keseluruhan, langkah yang diambil Kementerian Keuangan Republik Indonesia ini mencerminkan upaya serius pemerintah dalam memperkuat fondasi fiskal negara.

Dengan memperluas basis pajak ke berbagai sektor, termasuk infrastruktur dan ekonomi digital, pemerintah berupaya menciptakan sistem perpajakan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana FIN.CO.ID