Berikutnya adalah keluarga Tahir (Mayapada Group) yang stabil di posisi kelima dengan angka 9,9 miliar dolar AS.
6. Otto Toto Sugiri
Menariknya, sektor teknologi dan pusat data mulai menunjukkan taringnya di daftar 10 besar ini. Otto Toto Sugiri, sang pionir data center melalui DCI Indonesia, bertengger di posisi keenam dengan kekayaan 9 miliar dolar AS.
7. Marina Budiman
Kemudian Marina Budiman, tetap menjadi satu-satunya representasi perempuan dalam daftar eksklusif ini dengan kekayaan 6,5 miliar dolar AS di peringkat kedelapan.
8. Sri Prakash Lohia (Indorama)
Dengan kekayaan US$8,6 miliar (Rp146,1 triliun), bos petrokimia dan manufaktur (Indorama Group) Sri Prakash Lohia menempati peringkat ke delapan.
9. Lim Hariyanto Wijaya Sarwono
:Lim Hariyanto Wijaya Sarwono naik ke posisi Sembilan dengan kekayaan US$5,5 miliar (Rp95,1 triliun), turun US$900 juta.
10. Tjiptodihardjo
Tjiptodihardjo (Chandra Asri Group) menutup urutan kesepuluh dengan total kekayaan mencapai 4,9 miliar dolar AS atau sekitar Rp84,7 triliun.
Daftar ini membuktikan bahwa meskipun kondisi ekonomi global sedang penuh tantangan, gurita bisnis para konglomerat Indonesia tetap mampu beradaptasi dengan diversifikasi sektor yang luas, mulai dari sumber daya alam hingga ekonomi digital.