fin.co.id - Aksi penyalahgunaan layanan darurat kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah ambulans relawan menerima panggilan palsu di wilayah Sleman. Kejadian ini diduga berkaitan dengan praktik penagihan utang oleh oknum pinjaman online.
Peristiwa tersebut menjadi viral di media sosial setelah beredar rekaman yang menunjukkan ambulans datang ke lokasi yang ternyata tidak ada kondisi darurat medis.
Salah satu pengelola layanan ambulans, Aziz Apri Nugroho, menjelaskan bahwa pihaknya menerima panggilan dari nomor tak dikenal yang meminta penjemputan pasien dalam kondisi darurat.
“Penelpon menyebut ada pasien yang harus segera dibawa ke rumah sakit, bahkan menyertakan alamat lengkap dan titik lokasi,” ujarnya.
Permintaan tersebut kemudian diteruskan kepada sopir ambulans untuk segera menuju lokasi di kawasan Depok, Sleman. Namun, setelah tiba di tempat tujuan, tidak ditemukan pasien seperti yang dilaporkan.
Warga sekitar bahkan menyatakan bahwa nama yang disebut dalam panggilan tersebut sudah lama tidak tinggal di alamat tersebut.
“Setelah dicek, ternyata tidak ada pasien. Warga juga mengatakan orang yang dimaksud sudah pindah sejak lama,” jelasnya.
Tidak hanya ambulans, petugas pemadam kebakaran juga sempat datang ke lokasi yang sama setelah menerima laporan berbeda terkait keberadaan hewan berbahaya.
Modus yang digunakan pelaku dinilai cukup rapi. Selain memberikan identitas lengkap, pelaku juga mengirimkan lokasi melalui peta digital dan bahkan sempat membicarakan biaya layanan.
Namun, setelah dikonfirmasi ulang, pelaku justru mengaku berasal dari pihak pinjaman online sebelum akhirnya tidak dapat dihubungi kembali.
“Setelah kami hubungi balik, sempat mengaku dari pinjol. Tapi setelah itu tidak bisa dihubungi lagi,” ungkapnya.
Aziz menambahkan bahwa kejadian serupa bukan pertama kali dialami. Ia menyebut pihaknya telah beberapa kali menerima panggilan palsu dengan pola yang hampir sama.
“Ini sudah beberapa kali terjadi, dengan modus yang mirip,” katanya.
Selain itu, nomor pelaku juga diketahui menghubungi beberapa layanan ambulans lain di wilayah Yogyakarta, menunjukkan bahwa aksi tersebut kemungkinan dilakukan secara sistematis.
Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat sekaligus penyedia layanan darurat agar lebih waspada terhadap potensi penyalahgunaan.