Berikut deretan musisi dunia yang secara resmi meminta Trump berhenti memutar karya mereka:
1. The Rolling Stones
Berkali-kali meminta Trump berhenti memutar lagu "You Can’t Always Get What You Want" dan "Start Me Up".
2. Celine Dion
Mengecam penggunaan lagu "My Heart Will Go On" dalam rapat umum kampanye.
3. Adele & Neil Young
Menolak mentah-mentah asosiasi karya mereka dengan kampanye partai Republik.
4. Foo Fighters & ABBA
Terbaru di tahun 2024-2025 yang menuntut perlindungan hak cipta atas karya mereka.
5. Aerosmith (Steven Tyler)
Mengirimkan surat cease-and-desist secara resmi.
Kontroversi penggunaan musik ini bahkan merambah ke ranah film dokumenter. Baru-baru ini, muncul perdebatan mengenai penggunaan lagu "Gimme Shelter" dalam dokumenter Melania Trump.
Meskipun produser Marc Beckman mengeklaim telah mendapatkan izin dari Mick Jagger, pihak juru bicara The Rolling Stones secara tegas membantah adanya koordinasi maupun pemberian restu tersebut.
Secara teknis di Amerika Serikat, banyak venue kampanye memiliki lisensi selimut (blanket license) dari organisasi hak pertunjukan seperti ASCAP atau BMI.
Hal ini secara legal memungkinkan musik diputar di area publik. Namun, ada celah hukum yang sering digunakan musisi, yaitu hak publisitas dan implikasi dukungan (endorsement).