“Maka panggilan kepolisian setelah saya berada di Mesir kurang lebih 15 hari. Saya mengucapkan terima kasih pada Bareskrim, penyidik yang memberikan kesempatan kesaksian saya secara online. Dan panggilan polisi ini sebagai saksi bukan sebagai tersangka sebagaimana dibayangkan atau disebarluaskan oleh banyak orang. Yang kedua tuduhan pelecehan terhadap santri itu tidak benar adanya,” katanya.
Lebih lanjut, ia meminta publik untuk tidak langsung mempercayai informasi yang beredar tanpa verifikasi. Ia juga menegaskan telah menyerahkan sejumlah bukti kepada kuasa hukumnya.
“Maka mohon teliti karena bukti-bukti yang saya punya sudah saya serahkan kepada kuasa hukum saya untuk menyerahkannya kepada pihak yang berwenang, dan juga ada saksi-saksinya,” ujarnya.
Ahmad turut menyayangkan adanya pihak-pihak yang dinilainya menyebarkan informasi tidak benar. Ia bahkan menyebut tuduhan yang diarahkan kepadanya sebagai fitnah.
“Dan saya minta kepada ustadz yang menyebarkan informasi tersebut, atau fitnah, atau tuduhan tersebut, mendatangkan walaupun satu video. Saya berfatwa dengan demikian. Demi Allah, saya tidak pernah berfatwa dengan hal demikian dan ini adalah fitnah yang sangat kejam yang disebarluaskan di banyak medsos,” tegasnya.