Internasional . 29/04/2026, 18:42 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Peristiwa tersebut hingga kini dikenang di Jepang sebagai simbol kebijakan energi yang berdaulat dan mandiri.
Meskipun Idemitsu Maru telah aman, pengawasan ketat tetap diberlakukan pada puluhan kapal Jepang lainnya yang masih beroperasi di Teluk Persia. Ketegangan di Selat Hormuz secara historis selalu berdampak pada lonjakan harga minyak dunia.
• Data muatan: 2 juta barel minyak mentah.
• Status kapal: menuju Samudra Hindia.
• Total kapal Jepang di kawasan: 42 kapal (per 28 April 2026).
Pelayaran sukses ini diharapkan dapat memberikan sentimen positif bagi pasar saham sektor energi di Tokyo serta menekan potensi inflasi biaya bahan bakar di dalam negeri Jepang.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media