Nasional . 30/04/2026, 23:13 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Fin.co.id – Misteri di balik kecelakaan maut yang melibatkan taksi listrik, KRL, dan KA Argo Bromo Anggrek di perlintasan Ampera, Bekasi Timur, mulai terungkap.
Polisi membeberkan fakta mengejutkan sopir taksi online Green SM berinisial RRP baru saja memulai pekerjaannya selama 3 hari sebelum insiden berdarah itu terjadi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, RRP diketahui mulai menarik penumpang pada 25 April 2026. Tragisnya, kecelakaan hebat yang merenggut 16 nyawa tersebut terjadi hanya berselang dua hari setelahnya.
Yakni pada Senin malam, 27 April 2026. Polisi kini mendalami standar kualifikasi sopir yang diberikan oleh pihak operator perusahaan taksi listrik tersebut.
“Dari hasil keterangan driver yang sudah dimintai keterangan, yang bersangkutan baru bekerja semenjak tanggal 25 April 2026. Artinya, saat insiden terjadi, ini adalah hari ketiga ia mengoperasikan kendaraan tersebut,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto di Jakarta pada Kamis (30/4/2026).
Hal yang paling mencengangkan dalam penyidikan ini adalah pengakuan RRP mengenai proses rekrutmennya.
Ia mengaku hanya mendapatkan pelatihan singkat selama satu hari sebelum diterjunkan ke jalan raya dengan unit mobil listrik.
Pelatihan tersebut pun dinilai sangat minim karena hanya mencakup hal-hal administratif dan fitur fisik dasar.
Materi pelatihan yang diterima RRP hanya seputar:
• Cara menghidupkan dan mematikan mesin kendaraan listrik.
• Cara penggunaan lampu sein dan fitur parkir.
• Pengenalan dasar kontrol kelistrikan mobil.
Penyidik kini fokus menyelidiki apakah minimnya pemahaman sopir terhadap sistem kelistrikan mobil listrik berkontribusi pada mogoknya kendaraan di tengah perlintasan sebidang.
Hingga saat ini, RRP masih berstatus sebagai saksi dan telah menjalani dua kali pemeriksaan intensif.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media