fin.co.id - Iran dilaporkan telah menyerang dan menghancurkan sejumlah pangkalan militer milik Amerika Serikat yang ada di 8 negara Timur Tengah sepanjang perang gabung AS dan Israel melawan Iran yang dimulai pada 28 Februari 2026 lalu.
Berdasarkan laporan CNN pada Jumat 1 Mei, Iran disebut telah menyerang sedikitnya 16 lokasi militer AS yang tersebar di delapan negara.
Laporan tersebut disusun dari analisis puluhan citra satelit serta wawancara dengan sumber dari Amerika Serikat dan negara-negara Teluk Arab.
Fasilitas yang terdampak disebut mencakup sebagian besar posisi militer AS di kawasan tersebut.
Sejumlah sumber menyebut tingkat kerusakan di tiap lokasi berbeda-beda.
Beberapa fasilitas dikabarkan mengalami kerusakan berat hingga nyaris tidak dapat digunakan, sementara sebagian lainnya dinilai masih dapat diperbaiki karena memiliki nilai strategis bagi kepentingan militer Amerika Serikat.
"Ada berbagai macam penilaian," kata salah satu sumber. "Mulai dari sisi yang cukup dramatis, yaitu seluruh fasilitas hancur dan perlu ditutup, hingga para pemimpin yang mengatakan bahwa hal-hal ini layak diperbaiki karena manfaat strategis yang diberikannya kepada AS."
Berdasarkan citra satelit yang dianalisis, sasaran utama serangan disebut meliputi sistem radar canggih, sistem komunikasi, hingga pesawat terbang militer. Aset-aset tersebut disebut memiliki nilai tinggi dan tidak mudah digantikan.
"Patut dicatat bahwa mereka benar-benar mengidentifikasi fasilitas-fasilitas tersebut sebagai target yang paling hemat biaya untuk diserang," kata sumber tersebut. "Sistem radar kami (adalah) yang paling mahal dan sumber daya kami yang paling terbatas di wilayah tersebut."
Di sisi lain, dampak perang terhadap anggaran pertahanan AS juga menjadi perhatian. Pada Rabu, pengawas keuangan Pentagon Jules “Jay” Hurst III menyampaikan kepada anggota parlemen bahwa konflik di Iran telah menghabiskan biaya sekitar 25 miliar dolar AS.
Namun, sumber lain yang dikutip CNN menyebut angka tersebut kemungkinan lebih besar. Estimasi terbaru disebut berada di kisaran 40 hingga 50 miliar dolar AS.
Saat ini, konflik dilaporkan tengah memasuki masa penghentian sementara. Upaya diplomatik untuk mengakhiri perang secara permanen juga masih berlangsung.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat mengatakan, "Iran tidak memberikan kesepakatan yang harus kita miliki." "