Harga Cabai hingga Ayam Turun, Inflasi April 2026 Tetap Terkendali

news.fin.co.id - 04/05/2026, 17:15 WIB

Harga Cabai hingga Ayam Turun, Inflasi April 2026 Tetap Terkendali

Harga cabai rawit merah di pasaran wilayah Jakarta makin pedas jelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

fin.co.id - Laju inflasi Indonesia pada April 2026 masih berada dalam kondisi terkendali. Badan Pusat Statistik mencatat inflasi bulanan (month-to-month) sebesar 0,13 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) naik tipis dari 110,95 pada Maret menjadi 111,09 di April.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa sektor transportasi menjadi penyumbang utama inflasi bulan ini. Kenaikan tarif angkutan udara serta harga bensin memberikan andil terbesar terhadap kenaikan harga secara umum.

“Tarif penerbangan dan harga bensin menjadi faktor dominan dalam mendorong inflasi pada April,” ujarnya di Jakarta, Senin, 4 Mei 2026.

Selain transportasi, beberapa komoditas pangan seperti minyak goreng, tomat, serta beras dan makanan siap saji turut menyumbang kenaikan harga. Namun, tekanan inflasi berhasil ditekan oleh turunnya harga sejumlah bahan pokok.

Advertisement

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau justru mengalami deflasi sebesar 0,20 persen. Penurunan harga pada komoditas seperti daging ayam ras, cabai rawit, telur ayam, serta emas perhiasan menjadi faktor utama yang meredam laju inflasi.

Ateng menyebut, penurunan harga daging ayam memberikan kontribusi deflasi terbesar, diikuti oleh emas perhiasan, cabai rawit, dan telur ayam ras.

Dari sisi komponen, inflasi inti tercatat sebesar 0,23 persen, dipicu oleh kenaikan harga barang konsumsi seperti makanan siap saji hingga produk elektronik. Sementara itu, komponen harga yang diatur pemerintah mengalami kenaikan 0,69 persen, terutama akibat penyesuaian tarif transportasi dan energi.

Di sisi lain, komponen harga bergejolak mengalami deflasi cukup dalam sebesar 0,88 persen, yang sebagian besar disebabkan oleh turunnya harga komoditas pangan.

Secara regional, sebanyak 30 provinsi mengalami inflasi, sedangkan 8 provinsi mencatat deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Papua Barat, sementara deflasi terdalam tercatat di Maluku.

Dengan kondisi tersebut, inflasi April 2026 dinilai masih dalam batas aman. Penurunan harga bahan pangan dinilai efektif menahan tekanan dari kenaikan biaya transportasi, sehingga stabilitas harga tetap terjaga.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID