Pendidikan . 04/05/2026, 19:23 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Program MBG memang menyasar isu penting seperti pemenuhan gizi, peningkatan kualitas pendidikan, hingga pembangunan sumber daya manusia. Dalam konteks ini, kampus memiliki posisi strategis, terutama dalam hal riset, inovasi, dan pengawasan berbasis data.
Namun demikian, implementasi program di lapangan tetap memerlukan perencanaan yang matang. Tanpa kajian yang komprehensif, pelibatan kampus dikhawatirkan justru dapat mengaburkan fungsi utamanya.
Wacana ini pun membuka ruang diskusi lebih luas tentang bagaimana perguruan tinggi dapat berperan aktif dalam program nasional, tanpa kehilangan jati diri sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Di tengah pro dan kontra, satu hal yang pasti: kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar program Makan Bergizi Gratis bisa berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media