fin.co.id - Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat untuk menentukan awal Zulhijah 1447 Hijriah pada 29 Zulkaidah 1447 H, yang bertepatan dengan 17 Mei 2026. Hasil sidang ini nantinya akan menjadi penentu resmi kapan Hari Raya Idul Adha dirayakan di Indonesia.
Sidang isbat dijadwalkan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, kantor Kementerian Agama di Jakarta. Forum ini merupakan bagian penting dalam mekanisme penetapan awal bulan Hijriah di Tanah Air.
“Sidang isbat merupakan forum musyawarah yang mempertemukan pemerintah, ormas Islam, serta para ahli falak dan astronomi dalam menetapkan awal bulan Hijriah,” ujar Abu Rokhmad saat memimpin rapat persiapan di Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026.
Rapat tersebut melibatkan berbagai pihak, baik dari internal Kemenag maupun lembaga terkait lainnya, guna memastikan kesiapan pelaksanaan sidang.
Abu menjelaskan bahwa penentuan awal Zulhijah dilakukan dengan menggabungkan dua metode, yakni hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal). Keduanya digunakan secara bersamaan agar hasil yang diperoleh lebih akurat.
Menurutnya, hisab berfungsi memberikan gambaran awal posisi hilal, sementara rukyat menjadi pembuktian langsung melalui pengamatan di berbagai titik di Indonesia.
“Pendekatan ini memastikan keputusan yang diambil tidak hanya berbasis data ilmiah, tetapi juga terkonfirmasi melalui pengamatan lapangan,” jelasnya.
Rangkaian sidang isbat akan diawali dengan seminar posisi hilal yang memaparkan data astronomi dari tim hisab rukyat Kemenag. Kegiatan ini juga disiarkan secara terbuka sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat.
Setelah seminar, panitia akan menghimpun laporan hasil rukyatul hilal dari berbagai wilayah, mulai dari Indonesia bagian barat hingga timur.
“Selanjutnya, Menteri Agama akan memimpin sidang dengan mendengarkan pertimbangan para peserta sebelum menetapkan awal Zulhijah secara resmi,” ujarnya.
Berdasarkan data awal, posisi hilal pada 29 Zulkaidah 1447 H secara hisab telah memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS, dengan tinggi di atas 3 derajat dan elongasi lebih dari 6,4 derajat. Meski begitu, data tersebut masih bersifat sementara.
“Penetapan awal Zulhijah tetap menunggu hasil rukyat dan keputusan sidang isbat sebagai otoritas resmi pemerintah,” tegasnya.
Hasil sidang nantinya akan diumumkan melalui konferensi pers dan menjadi acuan bagi umat Islam di Indonesia.
"Jika ditanya kapan Iduladha, kami mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil sidang isbat pada 17 Mei 2026,” pungkasnya.