Nasional . 07/05/2026, 07:13 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Fenomena hujan meteor kembali dapat disaksikan pada Mei 2026 setelah sebelumnya hujan meteor Lyrid berakhir pada akhir April lalu. Kali ini, hujan meteor Eta Aquarid diperkirakan mencapai puncaknya pada 6-7 Mei 2026 dini hari.
Mengutip laman Planetary, meteor merupakan pecahan debu dan batuan kecil yang berasal dari komet atau asteroid. Saat memasuki atmosfer Bumi, partikel tersebut terbakar akibat gesekan udara dan terlihat seperti cahaya melintas di langit atau biasa disebut bintang jatuh.
Fenomena kemunculan banyak meteor dalam waktu tertentu dikenal sebagai hujan meteor dan dapat diamati setiap tahun dari berbagai wilayah di dunia. Namun, tingkat kenampakannya berbeda-beda tergantung lokasi pengamatan.
Jika hujan meteor Lyrid lebih mudah terlihat dari belahan Bumi utara, maka Eta Aquarid lebih jelas diamati dari wilayah belahan Bumi selatan.
Berasal dari Komet Halley
Berdasarkan informasi dari NASA dan Space, hujan meteor Eta Aquarid berasal dari serpihan komet 1P/Halley atau komet Halley.
Saat melintas di tata surya bagian dalam, komet Halley melepaskan lapisan es dan batuan ke luar angkasa. Sisa partikel itulah yang kemudian memicu kemunculan hujan meteor Eta Aquarid pada Mei dan Orionid pada Oktober.
Komet Halley dikenal sebagai salah satu komet paling terkenal yang telah diamati sejak ribuan tahun lalu. Penampakannya bahkan pernah tergambar dalam permadani Bayeux yang berkaitan dengan Pertempuran Hastings tahun 1066.
Nama Halley diambil dari astronom Edmund Halley yang pada 1705 berhasil memprediksi orbit komet tersebut. Ia menyimpulkan bahwa komet yang terlihat pada 1531, 1607, dan 1682 merupakan objek yang sama.
Edmund Halley juga memperkirakan komet tersebut akan kembali muncul pada 1758, meski dirinya meninggal sebelum menyaksikannya. Untuk menghormati jasanya, komet itu kemudian diberi nama Halley.
Komet Halley memiliki periode orbit sekitar 76 tahun mengelilingi Matahari. Terakhir kali komet tersebut terlihat pada 1986 dan diperkirakan kembali mendekati tata surya bagian dalam pada 2061.
Titik Pancaran Eta Aquarid
Eta Aquarid memiliki titik radian di rasi Aquarius. Nama Eta Aquarid sendiri diambil dari Eta Aquarii, salah satu bintang terang di rasi tersebut.
Posisi rasi Aquarius berada pada:
Asensiorekta: 23 jam
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media