Gudang Motor Curian di Jaksel Punya 18 Karyawan, Polisi Masih Dalami Peran Mereka

news.fin.co.id - 11/05/2026, 14:49 WIB

Gudang Motor Curian di Jaksel Punya 18 Karyawan, Polisi Masih Dalami Peran Mereka

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin. Foto: Rafi Adhi

fin.co.id - Polda Metro Jaya mengungkap gudang penadah kendaraan bermotor di kawasan Kebayoran Lama ternyata mempekerjakan belasan karyawan untuk menjalankan operasionalnya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, mengatakan sebanyak 18 orang telah diperiksa terkait aktivitas di gudang tersebut.

"Untuk tadi karyawan yang sudah kami lakukan pemeriksaan adalah 18 orang 2 orang admin dan 16 orang karyawan yang membantu di gudang ini dan yang penanggung jawabnya tadi satu ya," katanya kepada awak media, Senin 11 Mei 2026.

Menurut Iman, seluruh pihak yang diperiksa saat ini masih menjalani proses pendalaman oleh penyidik.

Advertisement

"Masih dalam proses pemeriksaannya," lanjutnya.

Sebelumnya, polisi juga mengungkap alur distribusi kendaraan yang diduga dilakukan jaringan penadah tersebut. Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Noor Maghantara, menyebut kendaraan diperoleh melalui sejumlah pengepul.

"Awalnya kendaraan itu diterima penadah dari pengepul. Pengepul ini ada yang berasal dari dealer, kemudian ada juga dari perorangan," katanya.

Menurut Noor, sebagian kendaraan diduga berasal dari pengalihan kendaraan yang masih berstatus jaminan fidusia. Namun penyidik masih mendalami apakah data pemilik kendaraan digunakan secara legal atau diperoleh melalui akses ilegal.

"Asal-usul kendaraannya sebagian diduga hasil dari pengalihan kendaraan yang memiliki jaminan fidusia. Tapi masih pendalaman sumbernya, apakah pemilik data tersebut langsung yang mengajukan pembiayaan atau ada ilegal akses sehingga data orang tersebut digunakan untuk pinjaman," ucapnya.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi memastikan mayoritas kendaraan yang diamankan masih dalam kondisi baru. Sebagian kendaraan sengaja dibongkar menjadi beberapa komponen guna mempermudah proses pengemasan dan penyelundupan.

"Iya, kondisinya baru semua. Dibongkar sebagian, sebagian lagi utuh," paparnya.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID