Pramono Optimistis Pengolahan Sampah di Pasar Bisa Kurangi Beban Bantargebang

news.fin.co.id - 11/05/2026, 13:55 WIB

Pramono Optimistis Pengolahan Sampah di Pasar Bisa Kurangi Beban Bantargebang

Gunung Sampah Bantergebang Bekasi

fin.co.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo optimistis beban pengiriman sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantargebang dapat ditekan melalui penerapan sistem pengolahan sampah di pasar-pasar Jakarta. Salah satu langkah yang mulai dijalankan yakni pengolahan sampah organik di Pasar Kramat Jati yang diproyeksikan mampu mengelola sekitar lima ton sampah setiap hari.

"Saya meyakini kalau program ini bisa dijalankan, maka ini akan sangat bermanfaat baik untuk mengurangi beban pengiriman sampah dari pasar ke Bantargebang," kata Pramono di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin, 11 Mei 2026

Menurut Pramono, saat ini Perumda Pasar Jaya mengelola 153 pasar di Jakarta dengan total sampah yang dikirim ke Bantargebang mencapai sekitar 500 ton per hari.

Ia menilai penerapan sistem pengolahan sampah di pasar akan membantu mengurangi volume sampah yang selama ini dibuang ke TPST Bantargebang. Program tersebut nantinya juga akan diterapkan di pasar-pasar lain, termasuk yang tidak berada di bawah pengelolaan Pasar Jaya.

Advertisement

Tidak hanya di kawasan pasar, Pemprov DKI Jakarta juga berencana memperluas penerapan sistem pengolahan sampah ke sektor hotel, restoran, dan kafe yang dinilai turut memberikan kontribusi besar terhadap produksi sampah di ibu kota.

"Mudah-mudahan akan berjalan dengan baik dan bisa mengatasi persoalan sampah yang akan membawa manfaat lebih green, karena bisa sebagai fertilizer dari yang organik," jelas Pramono.

Ia menegaskan gerakan pemilahan sampah akan segera diterapkan secara lebih masif di seluruh wilayah Jakarta. Bahkan, dirinya telah menginstruksikan jajaran wali kota, camat, lurah hingga tingkat RT/RW untuk mulai menjalankan gerakan tersebut di lingkungan masing-masing.

Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga akan menyiapkan sarana dan prasarana pendukung pengelolaan sampah secara bertahap agar program dapat berjalan optimal di tengah masyarakat.

"Secara perlahan, tentunya sarana prasarananya juga akan kami persiapkan. Tetapi yang paling penting adalah ini harus berkelanjutan, tidak boleh berhenti, karena inilah yang akan mengubah wajah Jakarta," ucap Pramono.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID