Megapolitan . 11/05/2026, 21:30 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga memastikan kasus hantavirus di Ibu Kota tidak berkaitan dengan klaster internasional yang sempat menjadi perhatian dunia.
Sebelumnya, dunia kesehatan internasional menyoroti munculnya delapan kasus hantavirus di kapal pesiar MV Hondius yang berlayar dari Argentina menuju Tanjung Verde di Afrika Barat pada April hingga Mei 2026.
Kasus di kapal tersebut dikaitkan dengan jenis virus Andes yang dikenal sebagai salah satu varian hantavirus.
Namun Ani menegaskan kasus di Jakarta tidak memiliki hubungan dengan klaster kapal pesiar tersebut.
“Bukan, itu kasus yang kita monitor sepanjang tahun,” katanya.
Hantavirus merupakan penyakit yang ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus. Penularan bisa terjadi melalui kontak dengan urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi.
Gejala hantavirus biasanya meliputi demam, nyeri otot, sakit kepala, hingga gangguan pernapasan pada kasus yang lebih berat.
Meski sempat menjadi perhatian global, World Health Organization atau WHO menyatakan risiko penyebaran hantavirus secara luas di populasi dunia masih tergolong rendah.
Meski mayoritas pasien di Jakarta telah sembuh, Dinas Kesehatan DKI Jakarta tetap mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari paparan tikus maupun hewan pengerat lainnya.
Langkah pencegahan seperti menjaga sanitasi rumah, membuang sampah dengan benar, serta membersihkan area lembap dinilai penting untuk mencegah penyebaran virus.
Pemerintah juga memastikan pemantauan terhadap kasus hantavirus akan terus dilakukan secara berkala guna menjaga kondisi kesehatan masyarakat tetap aman. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media