fin.co.id - Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut angka kematian jamaah haji di Tanah Suci hingga hari ke-22 operasional keberangkatan mengalami penurunan signifikan dibandingkan musim haji tahun lalu.
Menurut Dahnil, jumlah jamaah wafat pada periode yang sama tahun ini tercatat hanya 24 orang. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan musim haji sebelumnya yang mencapai sekitar 46 hingga 48 orang.
“Pada tanggal yang sama tahun lalu itu jumlah yang wafat 46 sampai 48 orang. Nah tahun ini turun drastis, pada tanggal yang sama ini 24 orang,” kata Dahnil di Asrama Haji Pondok Gede, Selasa, 12 Mei 2026.
Pemeriksaan Kesehatan Ketat Dinilai Efektif
Dahnil menjelaskan, penurunan angka kematian jamaah tidak terlepas dari penerapan pemeriksaan kesehatan atau istithaah kesehatan yang lebih ketat sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Ia mengatakan pemerintah terus memperkuat proses pemeriksaan kondisi fisik calon jamaah agar peserta haji yang berangkat benar-benar dalam keadaan siap menjalankan rangkaian ibadah.
“(Penurunan) ini akibat dari memang kita sangat ketat terkait dengan istithaah. Dan saya juga dengan Pak Menteri berulang kali menyampaikan harus lebih ketat. Bukan berarti ini angka statistik ya, kami tidak ingin ada yang bertambah,” ujar Dahnil.
Meski angka kematian menurun, pemerintah tetap berupaya menekan jumlah jamaah wafat selama musim haji berlangsung.
Jemaah Usia 40 hingga 50 Tahun Justru Mendominasi
Dahnil mengungkapkan mayoritas jamaah yang wafat tahun ini bukan berasal dari kelompok lanjut usia. Berdasarkan data yang diterimanya, sebagian besar justru berasal dari rentang usia 40 hingga 50 tahun.
Menurut dia, banyak jamaah merasa kondisi tubuh mereka sehat sehingga terlalu memforsir aktivitas ibadah tanpa memperhatikan kondisi fisik.
“Yang wafat itu justru orang-orang yang berusia 50-40. Kenapa? Karena rata-rata beliau-beliau ini merasa sehat, kemudian memforsir kegiatan ibadah. Tanpa sadar kemudian akhirnya mereka tenaganya berkurang, penyakit kemudian muncul, kecapekan akhirnya ada yang wafat,” ujar Dahnil.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena faktor kelelahan dan aktivitas berlebihan dapat memicu gangguan kesehatan selama menjalankan ibadah haji.
Arab Saudi Ikut Tingkatkan Pengawasan Kesehatan Jamaah
Selain langkah dari pemerintah Indonesia, Pemerintah Arab Saudi juga disebut berkomitmen menekan angka kematian jamaah calon haji melalui peningkatan pelayanan dan pengawasan kesehatan di Tanah Suci.