Prabowo Blak-blakan! Anak Orang Kaya Tak Wajib Ikut Makan Bergizi Gratis

news.fin.co.id - 12/05/2026, 17:29 WIB

Prabowo Blak-blakan! Anak Orang Kaya Tak Wajib Ikut Makan Bergizi Gratis

Presiden Prabowo. Foto:Tangkapan Layar YouTube Kemendag

Pernyataan ini dinilai sebagai sinyal bahwa pemerintah ingin memastikan distribusi anggaran program MBG lebih tepat sasaran dan benar-benar menyentuh kelompok yang membutuhkan.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu proyek prioritas pemerintahan Prabowo. Pemerintah saat ini terus mempercepat pelaksanaan program tersebut dengan target sekitar 82 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Program ini menyasar siswa sekolah, balita, hingga kelompok rentan lainnya guna meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia.

Selain bertujuan mengurangi angka stunting dan malnutrisi, MBG juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan karena anak-anak mendapatkan asupan nutrisi yang lebih baik selama belajar di sekolah.

Advertisement

Pemerintah sebelumnya menyebut program ini akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kesiapan daerah, distribusi logistik, serta kapasitas anggaran negara.

Sebelum tiba di Gorontalo, Prabowo lebih dulu mengunjungi Pulau Miangas usai menghadiri KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda kerja Presiden untuk memastikan pemerataan pembangunan dan program pemerintah hingga wilayah terluar Indonesia.

Kehadiran Prabowo di daerah-daerah tersebut juga dimanfaatkan untuk mengecek langsung pelaksanaan sejumlah program prioritas nasional, termasuk MBG yang kini terus menjadi perhatian publik.

Program makan bergizi gratis memang menjadi salah satu kebijakan paling banyak dibicarakan sejak Prabowo memenangkan Pilpres 2024. Banyak pihak mendukung program tersebut karena dianggap mampu membantu pemenuhan nutrisi anak-anak Indonesia.

Namun di sisi lain, sejumlah pengamat juga mengingatkan pentingnya pengawasan anggaran serta distribusi agar program benar-benar tepat sasaran dan tidak membebani fiskal negara secara berlebihan.

Meski demikian, pemerintah optimistis program ini akan memberikan dampak besar terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam jangka panjang.

Dengan target puluhan juta penerima manfaat, MBG diproyeksikan menjadi salah satu program sosial terbesar dalam sejarah pemerintahan Indonesia modern. (*)

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana FIN.CO.ID