Terindikasi Judi Online, 600 Ribu Penerima Bansos Resmi Dicoret, Sisa KPM Tinggal Segini

news.fin.co.id - 13/05/2026, 20:59 WIB

Terindikasi Judi Online, 600 Ribu Penerima Bansos Resmi Dicoret, Sisa KPM Tinggal Segini

Ilustrasi Bansos PKH 2026

fin.co.id - Pemerintah terus memperketat pengawasan penyaluran bantuan sosial agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan. Salah satu langkah tegas yang kini dilakukan adalah mencoret ratusan ribu penerima bansos yang terindikasi terlibat aktivitas judi online atau judol.

Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul mengungkapkan bahwa pemerintah sebelumnya menemukan sekitar 600 ribu penerima bantuan sosial yang terindikasi terkait judi online. Namun setelah dilakukan evaluasi dan pemadanan data secara bertahap, jumlah tersebut kini turun drastis.

“Dari 600.000 tinggal 11.000, dan 11.000 pun sudah kita coret pada triwulan pertama. Di triwulan kedua ini, tersisa 75 keluarga atau KPM,” ujar Gus Ipul di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (12/5).

Advertisement

Menurut Gus Ipul, langkah pencoretan dilakukan untuk memastikan bantuan sosial benar-benar dimanfaatkan sesuai kebutuhan masyarakat, bukan untuk aktivitas yang melanggar hukum seperti judi online.

Pemerintah disebut akan terus memantau perkembangan penggunaan dana bansos agar penyalurannya semakin tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Kita ikuti perkembangannya agar bansos bisa dimanfaatkan dengan baik,” tegasnya.

Langkah pengawasan ini juga dinilai menunjukkan hasil yang cukup positif. Pemerintah mencatat adanya penurunan signifikan penggunaan bantuan sosial untuk kepentingan judi online.

“Sudah ada penurunan secara drastis pemanfaatan bantuan sosial untuk kepentingan judol,” kata Gus Ipul.

Peran PPATK Bongkar Penerima Bansos Terindikasi Judol

Dalam proses pengawasan tersebut, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan atau PPATK memiliki peran penting dalam membantu pemerintah memetakan penerima bansos yang diduga terlibat judi online.

Data dari PPATK digunakan pemerintah untuk melakukan evaluasi sekaligus memastikan bantuan sosial diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Gus Ipul menyampaikan apresiasi kepada PPATK karena dinilai telah menyediakan informasi yang akurat dan membantu proses penertiban data penerima bansos.

Advertisement

“Saya berterima kasih kepada PPATK yang telah memberikan informasi yang cukup baik sehingga kita bisa menyalurkan bansos kepada mereka yang lebih membutuhkan dan memanfaatkannya dengan benar,” ungkapnya.

Data BPS Akan Kembali Dicocokkan dengan PPATK

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana FIN.CO.ID