fin.co.id - Kabar baik bagi para pelajar yang ingin melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Seleksi nasional Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri atau UM-PTKIN 2026 resmi dibuka dan siap menerima pendaftar dari seluruh Indonesia.
Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru PTKIN menghadirkan sistem seleksi yang lebih modern, terintegrasi, dan transparan untuk menjaring calon mahasiswa terbaik dari berbagai daerah.
Tahun ini, proses seleksi juga dirancang lebih ramah peserta dengan sistem berbasis komputer, layanan inklusif bagi difabel, hingga pilihan lokasi ujian yang fleksibel.
Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN, Abd. Aziz, mengatakan bahwa PTKIN kini hadir sebagai kampus yang tidak hanya fokus pada ilmu keislaman, tetapi juga mengembangkan banyak bidang ilmu modern.
“PTKIN hadir sebagai institusi pendidikan tinggi yang mengintegrasikan ilmu, nilai, dan karakter. Melalui UM-PTKIN 2026, kami membuka kesempatan luas bagi generasi muda Indonesia untuk menjadi bagian dari ekosistem akademik yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing,” ujar Abd. Aziz di Jakarta, dikutip Kamis, (14/5/2026).
Seleksi UM-PTKIN 2026 terbuka bagi lulusan MA, MAK, SMA, SMK, SPM, PDF, PKPPS, maupun sederajat lulusan tahun 2024, 2025, dan 2026.
Peserta diperbolehkan memilih maksimal tiga program studi yang tersedia di PTKIN maupun PTN yang tergabung dalam seleksi ini.
Selain menentukan jurusan, peserta juga dapat memilih lokasi ujian sesuai kebutuhan masing-masing.
Pendaftaran dinyatakan selesai setelah peserta melakukan finalisasi data melalui situs resmi UM-PTKIN.
Digelar di 58 PTKIN dan 1 PTN
Pelaksanaan UM-PTKIN 2026 dilakukan secara serentak di 58 PTKIN dan satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia.
Seleksi tahun ini menggunakan Sistem Seleksi Elektronik (SSE) berbasis komputer yang dilakukan secara luring di lokasi ujian pilihan peserta.
Panitia menyediakan sekitar 80 ribu kuota bagi calon mahasiswa baru tahun ini.
Sistem SSE dinilai membuat proses seleksi menjadi lebih efisien, cepat, dan akurat. Selain itu, ujian juga lebih ramah lingkungan karena dilakukan tanpa menggunakan kertas.