Internasional . 19/05/2026, 08:51 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Aksi penembakan terjadi di sebuah masjid yang juga merupakan pusat Islam atau Islamic Center di San Diego, Amerika Serikat, pada Senin pagi waktu setempat. Insiden tersebut menewaskan tiga orang dan memicu respons luas dari aparat keamanan hingga pejabat nasional.
Pejabat setempat mengonfirmasi korban tewas terdiri dari dua pelaku penembakan dan satu petugas keamanan masjid. Polisi masih menyelidiki motif di balik serangan tersebut.
Kepala Kepolisian San Diego, Scott Wahl, mengatakan kedua tersangka diduga berusia sekitar 17 tahun dan 19 tahun. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers sekitar pukul 14.00 waktu setempat.
"Salah satu dari tiga korban yang dikonfirmasi adalah seorang petugas keamanan di pusat tersebut," kata Kepala Wahl, dikutip dari fox5sandiego, Selasa 19 Mei 2026.
Ia menyebut petugas keamanan tersebut berperan penting dalam mencegah jumlah korban yang lebih besar dalam insiden itu.
"Petugas keamanan tersebut memainkan peran penting dalam mencegah kejadian ini menjadi jauh lebih buruk,” kata kepala polisi.
Polisi San Diego saat ini memperlakukan kasus tersebut sebagai dugaan kejahatan kebencian hingga ditemukan bukti lain. Aparat setempat juga bekerja sama dengan FBI untuk menyelidiki motif serangan.
Direktur FBI, Kash Patel, menyatakan seluruh sumber daya biro federal dikerahkan untuk membantu penyelidikan bersama aparat lokal. Pernyataan itu disampaikan melalui unggahan di platform X sekitar pukul 13.45 waktu setempat.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut memberikan tanggapan atas penembakan tersebut. Trump berbicara mengenai insiden itu saat menghadiri acara terkait keterjangkauan layanan kesehatan di Washington, D.C.
“Ini situasi yang mengerikan,” kata Presiden Trump. “Saya telah menerima beberapa informasi awal, tetapi kami akan meninjaunya kembali dengan sangat cermat.”
Masjid yang menjadi lokasi kejadian diketahui merupakan masjid terbesar di San Diego. Tempat ibadah tersebut rutin menggelar salat harian dan memiliki sekolah untuk anak-anak.
Dalam video yang diunggah di halaman Facebook pusat Islam tersebut, pengurus masjid Taha Hassane memastikan seluruh siswa dan staf sekolah berada dalam kondisi aman.
“Kami aman. Seluruh sekolah aman. Semua anak-anak, semua staf, semua guru aman" katanya.
Peristiwa itu memicu gelombang dukungan terhadap komunitas Muslim di San Diego. Sejumlah pejabat dan politisi mengutuk aksi penembakan tersebut serta menyampaikan solidaritas kepada para korban.
Gubernur California Gavin Newsom mengaku ngeri atas insiden mematikan tersebut. Dalam unggahannya di X, ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan komunitas yang terdampak.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media