Peringatan BMKG Hari Ini: Mayoritas Wilayah Indonesia Diguyur Hujan Ringan

news.fin.co.id - 21/05/2026, 08:10 WIB

Peringatan BMKG Hari Ini: Mayoritas Wilayah Indonesia Diguyur Hujan Ringan

BMKG memprediksi mayoritas wilayah Indonesia diguyur hujan ringan hari ini. Foto: Unsplash/ Kenneth Adams.

fin.co.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan cuaca terbaru untuk Kamis. Mayoritas wilayah Indonesia diprediksi mengalami hujan ringan, tetapi sejumlah daerah berpotensi menghadapi cuaca lebih ekstrem. Situasi ini muncul seiring meningkatnya dinamika atmosfer yang memicu pertumbuhan awan hujan di berbagai kawasan.

Prakirawan cuaca BMKG, Lintang Alya N, menjelaskan bahwa hujan ringan berpotensi mengguyur sejumlah wilayah di Sumatra dan Jawa. Selain itu, kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di Pontianak, Palangka Raya, Samarinda, dan Tanjung Selor.

Meski terlihat ringan, masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan. BMKG secara khusus mengingatkan potensi hujan petir di Banjarmasin yang bisa memicu gangguan aktivitas hingga perjalanan.

Di kawasan Indonesia timur, potensi cuaca basah juga tidak kalah besar. BMKG memprakirakan hujan sedang berpeluang terjadi di Mamuju. Sementara itu, hujan ringan diprediksi turun di sejumlah kota seperti Mataram, Kupang, Kendari, Palu, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayapura, hingga Jayawijaya.

Advertisement

Tidak hanya hujan, beberapa wilayah lain juga diprediksi mengalami cuaca berawan hingga berawan tebal. Kondisi tersebut berpotensi terjadi di Denpasar, Makassar, Gorontalo, dan Merauke.

BMKG mengungkapkan bahwa kondisi cuaca ini dipengaruhi oleh munculnya sirkulasi siklonik di dua wilayah strategis. Fenomena tersebut terpantau terbentuk di Samudera Hindia Barat Lampung dan Samudera Pasifik Utara Papua.

Sirkulasi siklonik itu kemudian memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi di sejumlah wilayah perairan Indonesia. Kondisi ini membuat potensi pertumbuhan awan hujan meningkat cukup signifikan.

Daerah konvergensi terpantau muncul di pesisir utara Aceh, Selat Malaka, dari Sumatra Barat hingga perairan barat Bengkulu, serta dari Kalimantan Tengah menuju Kalimantan Barat. Fenomena serupa juga terbentuk dari Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Tengah.

Tidak berhenti di situ, BMKG juga mencatat adanya daerah konvergensi lain yang membentang dari Sulawesi Tenggara menuju Sulawesi Tengah, hingga kawasan Papua Pegunungan sampai Papua Barat.

Sementara itu, daerah konfluensi terpantau terbentuk di Laut Cina Selatan serta Samudera Hindia Barat Lampung hingga wilayah selatan Banten. Kombinasi fenomena atmosfer ini memperbesar peluang munculnya awan hujan dengan intensitas lebih tinggi.

BMKG menilai dinamika atmosfer saat ini cukup kompleks dan mampu memicu cuaca signifikan di berbagai daerah. Karena itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan perkembangan prakiraan cuaca harian, terutama mereka yang memiliki aktivitas di luar ruangan.

Perhatian utama saat ini tertuju pada wilayah Sumatra Utara, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. BMKG meminta masyarakat di tiga daerah tersebut meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat.

Masyarakat disarankan rutin memantau informasi cuaca terbaru agar bisa menyesuaikan rencana perjalanan maupun aktivitas harian. Langkah sederhana ini penting untuk meminimalkan risiko saat cuaca ekstrem mulai meningkat di sejumlah daerah.

Advertisement
Wanda Afifah
Wanda Afifah
Penulis

Penulis gaya hidup yang berfokus pada tren kecantikan dan fenomena viral. Berdedikasi mengulas tips perawatan diri yang praktis serta kurasi tren terkini di media sosial. Menyajikan informasi yang inspiratif, akurat, dan relevan bagi kebutuhan gaya hidup modern