fin.co.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memperpanjang jalur LRT Jakarta dari Manggarai menuju Dukuh Atas sebagai bagian dari penguatan konektivitas transportasi publik di Ibu Kota.
Keputusan tersebut diambil setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan pembahasan terkait kebutuhan transportasi, masukan berbagai pihak, serta mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah.
“Setelah mendapat berbagai masukan, pertimbangan, dan melihat kemampuan fiskal pemerintah daerah, kami memutuskan melakukan extension LRT dari Manggarai sampai Dukuh Atas untuk menuntaskan jalur Velodrome hingga Dukuh Atas,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.
Saat ini, kita dia, proyek LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada Agustus 2026. Setelah jalur tersebut berfungsi, pembangunan akan dilanjutkan menuju kawasan Dukuh Atas yang menjadi salah satu simpul transportasi utama Jakarta.
Pramono menjelaskan, panjang lintasan LRT Jakarta nantinya bertambah dari sebelumnya 12,2 kilometer menjadi sekitar 14,2 kilometer. Jumlah stasiun juga meningkat menjadi 12 titik pemberhentian dari Velodrome hingga Dukuh Atas.
Untuk mendukung proyek tersebut, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan tambahan investasi sekitar Rp2,7 triliun.
Menurut Pramono, pengembangan jalur hingga Dukuh Atas diprioritaskan agar konektivitas antarmoda transportasi publik di Jakarta semakin terintegrasi, terutama dengan MRT, KRL, dan layanan transportasi lainnya.
Sementara itu, rencana pengembangan LRT ke arah utara menuju kawasan Jakarta International Stadium, Ancol, PIK 2, hingga Bandara Soekarno-Hatta masih berada dalam tahap lanjutan dan belum menjadi prioritas utama saat ini.
“Untuk jalur ke arah utara, sekarang baru sampai tahap penyelesaian trase menuju Ancol. Setelah itu baru dilanjutkan kajian menuju PIK 2 hingga Bandara Soekarno-Hatta,” katanya.
Pramono juga meminta Dinas Perhubungan DKI Jakarta segera menyiapkan kajian lanjutan terkait pengembangan jalur Ancol–PIK 2–Bandara Soekarno-Hatta agar sistem transportasi massal Jakarta dapat saling terhubung secara menyeluruh.
Ia optimistis integrasi LRT dengan proyek MRT lintas Balaraja-Cikarang di masa depan akan memperkuat konektivitas transportasi Jakarta, baik jalur utara-selatan maupun timur-barat.
“Kalau seluruh jalur ini tersambung, konektivitas transportasi di Jakarta akan semakin baik dan memudahkan mobilitas masyarakat,” tandasnya.