Pesan Presiden Prabowo di Hari Lahir Pancasila 2026: Transformasi Total Menuju Ekonomi Kerakyatan!

news.fin.co.id - 01/06/2026, 11:50 WIB

Pesan Presiden Prabowo di Hari Lahir Pancasila 2026: Transformasi Total Menuju Ekonomi Kerakyatan!

Presiden Prabowo Subianto pimpin upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Jakarta.

fin.co.id - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 yang berlangsung di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin, 1 Juni 2026.

Kehadiran kepala negara bersama para tokoh bangsa menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali nilai-nilai luhur dasar negara dalam kehidupan sehari-hari maupun kebijakan strategis nasional.

Presiden Prabowo tiba di Gedung Pancasila sekitar pukul 09.35 WIB. Pelaksanaan upacara sendiri mulai bergulir tepat pukul 09.45 WIB, yang ditandai dengan tiupan terompet khidmat.

Dalam kesempatan ini, Kolonel Inf Didin Nasruddin Darsono bertindak sebagai komandan upacara. Selain prosesi pengibaran bendera, rangkaian kegiatan khidmat ini juga mencakup pembacaan teks Pancasila serta Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Advertisement

Agenda nasional ini dihadiri oleh sejumlah pejabat negara, jajaran menteri Kabinet Merah Putih, unsur TNI-Polri, tokoh masyarakat, serta para pelajar.

Beberapa tokoh penting nasional juga turut hadir langsung di lokasi, antara lain Presiden RI Ke-5 sekaligus Dewan Pengawas Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden Ke-10 RI Jusuf Kalla, Wakil Presiden Ke-13 Ma'ruf Amin, dan Wakil Presiden Ke-14 Gibran Rakabuming Raka.

Makna Tema Peringatan dan Pedoman Bernegara

Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 kali ini mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia". Melalui tema tahun ini, pemerintah ingin memberikan pengingat kuat kepada masyarakat bahwa menjaga persatuan bangsa tidak cukup hanya lewat slogan semata. Kita harus mewujudkannya secara nyata dalam perilaku sehari-hari, termasuk saat beraktivitas dan berinteraksi di media sosial.

Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Pancasila lahir dari pengalaman, budaya, dan cita-cita untuk bisa hidup dalam satu bangsa. Bagi Indonesia, ideologi ini merupakan pegangan yang kokoh sekaligus menjadi pedoman utama dalam kehidupan bernegara, termasuk dalam menata sistem perekonomian nasional.

Menurut pandangan Presiden Prabowo, perekonomian Indonesia harus berdasarkan Pancasila yang berpihak kepada rakyat, sehingga kekayaan Indonesia dapat bermanfaat sebesar-besarnya oleh masyarakat luas.

Urgensi Transformasi Menuju Ekonomi Pancasila yang Egaliter

Saat menyampaikan pidato yang dipantau daring dari Jakarta pada Senin, Presiden Prabowo Subianto menyoroti kondisi riil pertumbuhan ekonomi saat ini. Beliau menilai bahwa capaian pertumbuhan ekonomi masih belum dinikmati secara merata oleh seluruh rakyat Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah perlu melakukan langkah berani berupa transformasi bangsa.

"Transformasi dari ekonomi yang belum sepenuhnya berdasarkan Pancasila, menuju ekonomi yang sungguh-sungguh berdasarkan Pancasila. Saudara-saudara, apa arti ekonomi berdasarkan Pancasila? Pertama, ekonomi yang religius, ekonomi yang berkemanusiaan dan ekonomi yang memperkuat persatuan nasional," kata Presiden.

Advertisement

Presiden memberikan contoh bagaimana kekayaan alam Indonesia adalah amanah dari Tuhan Yang Maha Esa untuk dikelola secara bertanggung jawab demi kemakmuran bangsa dan dapat dirasakan oleh generasi yang akan datang.

Prabowo menegaskan bahwa pembangunan ekonomi Indonesia tidak hanya harus menghasilkan angka statistik di atas kertas saja, tetapi juga wajib terwujud nyata untuk memastikan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh rakyat.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID