Lenteng Agung Dibuka Lagi, Rano Sebut Biang Keroknya

news.fin.co.id - 02/06/2026, 21:13 WIB

Lenteng Agung Dibuka Lagi, Rano Sebut Biang Keroknya

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, meninjau langsung lokasi perbaikan Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Foto: Cahyono

fin.co.id - Ruas Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, yang sebelumnya ditutup akibat amblesnya badan jalan, kini sudah kembali dapat dilalui kendaraan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan proses perbaikan telah rampung sehingga arus lalu lintas kembali berjalan normal.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, meninjau langsung lokasi perbaikan dan mengapresiasi kerja cepat jajaran terkait yang berhasil menyelesaikan penanganan dalam waktu singkat.

Menurutnya, keberhasilan tersebut penting mengingat Jalan Raya Lenteng Agung merupakan salah satu jalur vital yang menghubungkan Jakarta dengan Kota Depok, Jawa Barat.

“Saya cukup terkejut, dalam waktu lima hari jalan ini sudah bisa dilalui dengan kondisi sangat baik. Awalnya saya sempat meminta Dinas Bina Marga melakukan pelapisan ulang aspal, tetapi melihat hasilnya sekarang, itu tidak diperlukan lagi,” ujar Rano saat meninjau lokasi pada Selasa, 2 Juni 2026.

Advertisement

Peristiwa amblesnya jalan diketahui terjadi pada Jumat pagi, 29 Mei 2026. Setelah kejadian, akses jalan langsung ditutup untuk mencegah risiko terhadap pengguna jalan sekaligus memberi ruang bagi proses perbaikan.

Pemerintah kemudian mengerahkan alat berat dan personel di lapangan untuk mempercepat pekerjaan perbaikan pada ruas jalan yang terdampak hingga dua lajur.

“Petugas bekerja siang dan malam selama hampir empat hari. Alhamdulillah, hari ini dua ruas jalan sudah kembali dibuka dan dapat dilalui normal,” imbuh Rano.

Meski jalur utama telah kembali beroperasi, Pemprov DKI Jakarta masih melanjutkan sejumlah pekerjaan pendukung, termasuk penataan bahu jalan dan area di sisi kiri maupun kanan lokasi perbaikan.

Rano menjelaskan, hasil pemeriksaan teknis menunjukkan kerusakan dipicu oleh struktur pipa besi bergelombang atau Aramco yang sudah mengalami penurunan kualitas akibat usia yang cukup tua.

“Jenis besi ini usianya sudah cukup tua, mungkin lebih dari 30 tahun. Struktur yang menua pasti mengalami pengeroposan. Fenomena seperti ini juga bisa saja terjadi di titik lain di Jakarta karena masih ada struktur Aramco dengan kondisi serupa,” ungkap Rano.

Ia menambahkan, proses penanganan di kawasan tersebut memiliki tingkat kesulitan tersendiri karena saluran air berada di bawah jalur rel kereta api dan terhubung dengan aliran dari Waduk Universitas Indonesia.

Kondisi itu membuat perbaikan tidak dapat dilakukan menggunakan metode penggalian konvensional seperti pada umumnya.

“Karena salurannya berada di bawah perlintasan rel kereta api, penanganannya tidak bisa dengan penggalian konvensional. Kami harus menggunakan metode pengeboran atau penekanan pipa langsung menuju waduk,” urainya.

Advertisement

Untuk meningkatkan keamanan dan ketahanan infrastruktur, saluran yang diperbaiki kini diperkuat menggunakan beton berkualitas tinggi tipe K-400. Langkah tersebut diharapkan mampu mencegah kerusakan serupa terjadi kembali di masa mendatang.

Sebagai upaya pencegahan, Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta saat ini juga melakukan pendataan dan pemetaan terhadap jaringan saluran lama yang masih menggunakan konstruksi Aramco.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID