Nasional . 02/06/2026, 07:37 WIB

Seskab Teddy Jawab Kritik Dino Patti Djalal Terkait Prabowo ke LN: Jangan Kaburkan Fakta!

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id -  Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya merespons sejumlah kritik yang disampaikan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal terkait lawatan luar negeri Presiden Prabowo Subianto selama 1,5 tahun terakhir.

Dalam penjelasannya, Teddy menegaskan pemerintah terbuka terhadap berbagai masukan, namun meminta agar kritik yang disampaikan tidak mengabaikan hasil yang telah dicapai dari agenda diplomasi tersebut.

"Ruang untuk setiap masukan tentu kita terima, tetapi jangan sampai kita mengaburkan fakta tentang semua hasil yang telah kita capai," kata Seskab Teddy dalam tayangan resmi Sekretariat Kabinet di Jakarta, dikutip pada Selasa 2 Juni 2026.

Pernyataan itu disampaikan sebagai tanggapan atas sejumlah sorotan Dino Patti Djalal mengenai perjalanan luar negeri Presiden Prabowo, mulai dari biaya kunjungan, jumlah rombongan, jadwal perjalanan, hingga frekuensi lawatan ke berbagai negara.

Dalam tayangan berdurasi lebih dari enam menit tersebut, Teddy menyampaikan delapan poin klarifikasi sekaligus jawaban atas berbagai kritik yang sebelumnya diunggah Dino melalui media sosial pribadinya.

Mengawali penjelasannya, Teddy menyampaikan apresiasi atas kritik yang diberikan mantan diplomat tersebut.

"Terima kasih atas masukan yang telah diberikan, sangat cermat dan terstruktur. Saya pikir Beliau (Dino Patti Djalal) adalah diplomat hebat, pernah menjadi wakil menteri luar negeri, walau hanya diberi kesempatan sekitar tiga bulan," ujar Teddy.

Biaya Perjalanan hingga Jumlah Rombongan

Salah satu isu yang disoroti Dino adalah besarnya biaya lawatan luar negeri Presiden. Menanggapi hal itu, Teddy menegaskan biaya tambahan yang muncul di luar anggaran negara ditanggung langsung oleh Presiden Prabowo secara pribadi.

"Segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo," kata Teddy.

Ia juga membantah anggapan bahwa rombongan Presiden terlalu besar saat melakukan kunjungan ke luar negeri. Menurut Teddy, jumlah personel yang ikut dalam perjalanan resmi justru telah dipangkas dibanding periode sebelumnya.

"Jumlah rombongan Presiden Prabowo itu sudah berkurang besar-besaran. Lebih dari separuh dari periode sebelumnya. Jadi, kalau dulu, itu sekali ke luar negeri bisa lebih dari 120 orang. Zaman Pak Dino seperti itu, Nah, jaman Presiden Prabowo, jumlahnya antara 50 sampai 60 orang maksimal," ujar Teddy.

Jadwal Kunjungan Disesuaikan Dinamika Global

Terkait usulan agar agenda luar negeri Presiden diumumkan jauh-jauh hari, Teddy menjelaskan bahwa tidak semua kunjungan dapat direncanakan secara tetap karena perkembangan situasi internasional yang sangat dinamis.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com