fin.co.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim telah berhasil mendorong tercapainya kesepakatan antara Israel dan kelompok Hizbullah untuk menghentikan aksi saling serang yang selama ini memicu ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui platform Truth Social pada Senin 1 Juni, setelah melakukan pembicaraan dengan kepala otoritas Israel Benjamin Netanyahu.
Trump menyebut percakapan yang berlangsung itu berjalan sangat produktif dan menghasilkan komitmen penting dari pihak Israel.
"Tidak akan ada pasukan yang pergi ke Beirut, dan pasukan mana pun yang sedang dalam perjalanan telah dipulangkan," kata Trump.
Selain berkomunikasi dengan Israel, Trump juga mengaku melakukan pembicaraan melalui perantara tingkat tinggi dengan Hizbullah. Menurutnya, kelompok tersebut juga menyatakan kesediaan untuk menghentikan permusuhan.
"Demikian pula, melalui perwakilan tingkat tinggi, saya melakukan pembicaraan yang sangat baik dengan Hizbullah, dan mereka setuju bahwa semua penembakan akan berhenti—bahwa Israel tidak akan menyerang mereka, dan mereka tidak akan menyerang Israel," ujar Trump.
Klaim tersebut muncul di tengah berlanjutnya ketegangan antara Israel dan Lebanon meskipun gencatan senjata telah diberlakukan sejak 17 April dan kemudian diperpanjang selama 45 hari melalui pembicaraan tidak langsung yang dimediasi Amerika Serikat.
Meski demikian, serangan Israel ke wilayah Lebanon dilaporkan masih terus terjadi dalam periode tersebut.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan Israel sejak 2 Maret telah menyebabkan lebih dari 3.400 orang meninggal dunia di berbagai wilayah negara itu.
Hingga kini belum ada informasi lebih lanjut mengenai mekanisme pelaksanaan komitmen yang disebut Trump maupun tanggapan resmi dari pihak terkait atas pernyataan tersebut. *