Viral Sampah Bak Pulau di Muara Angke, DLH Sebut Kiriman dari Tangerang dan Bekasi

news.fin.co.id - 03/06/2026, 18:46 WIB

Viral Sampah Bak Pulau di Muara Angke, DLH Sebut Kiriman dari Tangerang dan Bekasi

Petugas gabungan mulai bergerak membersihkan tumpukan sampah yang memenuhi kawasan pesisir Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, setelah kondisi tersebut ramai menjadi sorotan di media sosial.

fin.co.id - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa sebagian sampah yang menumpuk di pesisir Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, diduga berasal dari wilayah penyangga seperti Tangerang dan Bekasi.

Tumpukan sampah tersebut sebelumnya menjadi perhatian publik setelah viral di media sosial. Dalam video yang diunggah akun Instagram @jakut_update, terlihat hamparan sampah memenuhi area pesisir hingga menyerupai pulau kecil di tengah perairan.

"Sampah ini tidak hanya berasal dari Jakarta, tetapi juga kiriman dari wilayah penyangga seperti Tangerang dan Bekasi," kata Kepala Suku Dinas LH Jakarta Utara, Edy Mulyanto dalam keterangannya, Rabu, 3 Juni 2026.

Edy menjelaskan, sampah yang menumpuk di kawasan tersebut terbawa aliran dari sedikitnya 12 sungai yang bermuara ke laut. Selain itu, kondisi cuaca dan musim angin barat turut memperparah penumpukan sampah di pesisir.

Advertisement

"Hempasan ombak dan angin mendorong material sampah tersebut hingga menumpuk di kawasan ini," terangnya.

Untuk menangani persoalan tersebut, petugas gabungan dari Sudin LH Jakarta Utara, Sudin LH Kepulauan Seribu, Unit Pengelola Sampah (UPS) Badan Air, serta Kepolisian Air (Polair) telah diterjunkan ke lokasi guna melakukan pembersihan.

Hingga saat ini, volume sampah yang berhasil diangkut diperkirakan mencapai sekitar 20 meter kubik.

"Hari ini sedikitnya 35 personel gabungan dikerahkan untuk menyisir dan mengangkut sampah di kawasan pesisir," ujar Edy.

Proses pengangkutan dilakukan menggunakan kapal sampah milik Sudin LH Kepulauan Seribu dan Polair untuk menjangkau area yang sulit diakses dari darat.

Menurut Edy, pembersihan sebenarnya telah dilakukan secara rutin oleh petugas setempat. Namun karena volume sampah yang cukup besar, pihaknya akan menambah dukungan alat berat agar penanganan bisa lebih cepat.

Selain itu, pada hari berikutnya akan dilaksanakan kerja bakti dengan melibatkan tambahan 50 personel gabungan untuk memperkuat proses pembersihan di lapangan.

Pihaknya menargetkan seluruh sampah yang menumpuk di kawasan pesisir Muara Angke dapat dibersihkan dalam waktu sekitar satu pekan.

"Nantinya akan dikerahkan dua unit ekskavator untuk mempercepat pengerukan sampah," pungkasnya.

Advertisement
Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID