Megapolitan . 08/06/2026, 22:18 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id – Persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi berbagai kota metropolitan, termasuk Jakarta. Berdasarkan data Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, timbulan sampah di Ibu Kota mencapai sekitar 8.000 ton setiap hari pada triwulan pertama 2026.
Kondisi tersebut mendorong berbagai pihak untuk turut berperan dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Mondelez Indonesia menggelar sesi edukasi bertajuk “Membangun Generasi #BijakPlastikSejakDini: Langkah Kecil untuk Masa Depan Jakarta yang Lebih Berkelanjutan” dalam rangkaian Jakarta Future Festival (JFF) 2026 yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki. Kegiatan ini digelar bekerja sama dengan Visinema Studios melalui karakter animasi populer Nussa dan Rarra.
Acara yang diikuti lebih dari 100 peserta, terdiri atas pelajar, tenaga pendidik, dan pengunjung umum, bertujuan menanamkan kebiasaan memilah serta mengolah sampah sejak usia dini. Program ini juga sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah menerbitkan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.
Country Head of Corporate & Government Affairs Mondelez Indonesia, Marfusita Hamburgiwati, mengatakan inisiatif tersebut dirancang untuk membangun kepedulian lingkungan anak-anak melalui metode yang menyenangkan dan mudah dipahami.
"Mondelez percaya bahwa membangun kesadaran lingkungan perlu dimulai sedini mungkin karena kebiasaan yang ditanamkan sejak kecil dapat menjadi pondasi yang bertahan hingga dewasa. Dalam rangka menyambut momentum hari Lingkungan Hidup Sedunia pada hari ini 5 Juni 2026, kami ingin mengajak lebih banyak anak dan keluarga untuk mengambil langkah sederhana yang dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan. Kami percaya anak-anak memiliki peran penting sebagai agen perubahan yang dapat membawa dampak positif bagi lingkungan, keluarga, dan masyarakat di masa depan," kata Marfusita dikutip, Senin, 8 Juni 2026.
Program #BijakPlastikSejakDini sendiri telah berjalan sejak 2021 dengan fokus pada edukasi pengurangan, penggunaan kembali, dan daur ulang sampah plastik. Melalui berbagai kegiatan, termasuk kolaborasi dengan bank sampah sekolah, program tersebut terus memperluas jangkauan edukasinya.
Hingga 2026, Bank Sampah #BijakPlastikSejakDini telah hadir di 17 sekolah binaan dan melibatkan lebih dari 5.700 siswa. Dalam kurun Juli 2021 hingga Juni 2026, program ini berhasil mengumpulkan sekitar 50,2 ton sampah plastik serta 116 ton berbagai jenis sampah lainnya.
Selain itu, sejak 2023 program tersebut juga menjadi mitra resmi Gerakan Sekolah Sehat (GSS) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam mendukung pilar lingkungan sehat. Sejumlah materi edukasi, mulai dari buku saku hingga video pembelajaran ramah anak, turut dikembangkan untuk membantu siswa memahami pengelolaan sampah plastik.
Kepala SD Joglo 05 Jakarta, Veranika, menilai program tersebut memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter peserta didik.
"Kehadiran inisiatif #BijakPlastikSejakDini selaras dengan visi misi sekolah dan merupakan bagian dari pendidikan karakter melalui gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat; yaitu gemar belajar dan bermasyarakat. Di mana siswa wajib menyadari pentingnya memilah sampah baik di sekolah maupun di rumah dan di lingkungan sekitar sehingga kelak tumbuh menjadi warga masyarakat sekaligus warga negara yang baik yang peduli lingkungan dan berkontribusi positif pada keberlangsungan bumi. Dari hari ke hari, antusiasme seluruh warga sekolah pun semakin terasa. Program ini tidak hanya diterima dengan baik, tetapi juga mulai diterapkan dalam keseharian di sekolah,” ujarnya.
Untuk memperluas jangkauan pesan edukasi, Mondelez Indonesia menggandeng karakter animasi Nussa dan Rarra yang telah dikenal luas oleh anak-anak Indonesia. Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak mengikuti beragam aktivitas interaktif, mulai dari diskusi edukatif mengenai pengelolaan sampah, simulasi pemilahan sampah, hingga kegiatan kreatif membuat kerajinan dari limbah plastik.
Head of Production Visinema Studios, Novia Puspa Sari, mengatakan kolaborasi ini menjadi cara untuk menghadirkan nilai-nilai positif Nussa dan Rarra secara langsung kepada anak-anak.
"Kolaborasi dengan Mondelez Indonesia ini membawa Nussa dan Rarra semakin lebih dekat ke kehidupan nyata anak-anak. Saya percaya, cerita yang baik tidak berhenti di layar. Ketika nilai-nilai yang kami bangun dalam film bisa hadir dalam sebuah pengalaman langsung, di situlah karakter benar-benar menyentuh. Kami ingin pesan kepedulian lingkungan ini bisa dirasakan langsung oleh anak-anak," ujar Novia.
Melalui program ini, Mondelez Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung pengendalian sampah plastik sekaligus memperkuat kontribusi sosial perusahaan bagi masyarakat. Harapannya, semakin banyak anak dan keluarga yang menjadikan pemilahan sampah sebagai kebiasaan sehari-hari demi terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media