Ekonomi . 14/08/2026, 20:48 WIB

Prabowo Bongkar Permainan Angka di BUMN, Laba Naik Jadi Rp326 Triliun

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan tidak boleh ada praktik manipulasi data maupun laporan keuangan di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Menurut Prabowo, seluruh BUMN harus menyampaikan kondisi keuangan berdasarkan data yang benar, meskipun hasilnya tidak selalu sesuai dengan harapan pemerintah.

“Saya juga ingatkan di sini, bahwa kita tidak mau toleransi dengan permainan angka, dengan laporan palsu. Kita harus dapat angka-angka yang benar, angka yang tepat, walaupun kadang-kadang pahit,” kata Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR/DPR RI di Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

Prabowo mengungkapkan pemerintah sebelumnya melakukan koreksi terhadap laporan keuntungan BUMN pada 2024. Dari hasil evaluasi tersebut, laba BUMN tercatat sebesar Rp186 triliun, sementara dividen yang disetorkan kepada negara mencapai Rp85,5 triliun.

Setelah dilakukan pembenahan tata kelola, laba BUMN pada 2025 meningkat menjadi Rp326 triliun. Angka tersebut tumbuh sekitar 75,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Rp326 triliun ini adalah keuntungan tanpa permainan angka,” tegasnya.

Dividen Neto Naik Signifikan

Prabowo juga menyoroti setoran dividen BUMN kepada negara. Pada 2025, dividen semula dilaporkan mencapai Rp142,3 triliun atau naik sekitar 67 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun, menurut Presiden, perhitungan tersebut perlu melihat pula adanya Penyertaan Modal Negara (PMN) yang diberikan kepada BUMN. Dengan demikian, pemerintah dapat mengetahui besaran dividen neto secara lebih akurat.

Setelah dilakukan koreksi, dividen neto BUMN pada 2025 disebut mencapai Rp138 triliun, meningkat sekitar 160 persen dibandingkan 2024 yang berada di angka Rp53 triliun.

Pemerintah kemudian memproyeksikan dividen BUMN pada 2026 mencapai Rp200 triliun, tanpa mengandalkan PMN.

“Dari 2024 ke 2026 (dividen) naik dari Rp53 triliun ke Rp200 triliun atau bisa dikatakan 4 kali lebih besar. 400 persen meningkatnya tanpa PMN,” ujar Prabowo.

Presiden menilai peningkatan tersebut menjadi bukti bahwa pembenahan tata kelola dan pengelolaan BUMN secara sehat dapat menghasilkan perubahan dalam waktu relatif cepat.

“Ini membuktikan dengan manajemen yang akal sehat, dengan niat tidak menipu, keberhasilan kita bisa datang dengan sangat cepat,” pungkasnya.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com