Polisi Gulung Sindikat Perampok Sadis di Sumedang, Gunakan Berbagai Kedok Palsu untuk Tipu Target

news.fin.co.id - 09/06/2026, 23:17 WIB

Polisi Gulung Sindikat Perampok Sadis di Sumedang, Gunakan Berbagai Kedok Palsu untuk Tipu Target

Polres Sumedang ringkus perampok berkedok wartawan & polisi gadungan.

fin.co.id – Hati-hati dengan modus kejahatan baru yang memanfaatkan profesi terhormat untuk menipu. Kepolisian Resor (Polres) Sumedang, Jawa Barat, baru saja membongkar komplotan perampok sadis. Para pelaku nekat menyamar menjadi wartawan, petugas Bea Cukai, hingga anggota kepolisian gadungan demi memperdaya jemaah atau target buruannya.

Pihak berwajib bergerak cepat setelah mencium pergerakan para bandit ini. Aparat kepolisian berhasil meringkus tiga orang anggota sindikat yang kerap menggunakan identitas palsu untuk menakut-nakuti masyarakat tersebut.

Kepala Polres Sumedang, Ajun Komisaris Besar Polisi Sandityo Mahardika, membeberkan bahwa para pelaku sengaja berganti-ganti profesi agar korban merasa yakin dan tidak menaruh curiga sama sekali sejak awal pertemuan.

"Banyak indikator yang ditemukan. Pelaku mengaku sebagai wartawan, polisi, kemudian wartawan media online lainnya, dan menggunakan berbagai macam profesi untuk meyakinkan korban," kata Kapolres saat merilis pengungkapan kasus tersebut di Sumedang, Selasa.

Advertisement

Modus Jebakan Umpan Pesanan ke Lokasi Sepi

Berdasarkan hasil penyelidikan mendalam, komplotan ini ternyata sudah beberapa kali melancarkan aksi keji serupa di wilayah hukum Sumedang. Skema kejahatan mereka tergolong rapi, yaitu dengan cara mengarahkan target ke lokasi sepi yang telah mereka tentukan sebelumnya. Setelah korban masuk perangkap, mereka langsung melakukan aksi perampokan serta pemerasan.

Dalam kasus terakhir, kawanan penjahat ini menyasar seorang penjual rokok. Mereka tidak hanya merampas barang berharga secara fisik, tetapi juga memaksa korban menyerahkan akses keuangan digitalnya.

"Pelaku meminta PIN mobile banking korban dan berhasil mengambil uang yang ada di rekening korban sebesar Rp45 juta," ujar Sandityo.

Saat ini, polisi baru mengamankan tiga orang tersangka yang masing-masing berinisial ASP (46), SL (43), dan AL (40). Sementara itu, dua anggota komplotan lainnya yang berinisial A dan D masih buron dan resmi masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kronologi Penyekapan: Korban Dipukuli dan Dibuang di Tol Pasteur

Aksi kriminal ini akhirnya terkuak setelah seorang mahasiswa berinisial MFR (20) mendatangi kantor polisi untuk membuat laporan. Petaka yang menimpa MFR bermula saat ia menerima pesanan dari seseorang untuk mengantarkan barang ke wilayah Kecamatan Conggeang pada Minggu (31/5) sekitar pukul 21.00 WIB.

Tanpa curiga, MFR berangkat mengendarai mobil Daihatsu Gran Max. Namun, saat tiba di lokasi tujuan, dua unit mobil yang ditumpangi oleh komplotan pelaku langsung memepet kendaraan korban hingga berhenti.

"Korban kemudian ditarik keluar dari kendaraan. Pelaku melakukan kekerasan dengan mengikat korban serta mengancam menggunakan airsoft gun," kata Kapolres.

Advertisement

Para pelaku bertindak sangat kejam. Selain mengikat tubuh korban, mereka juga memukuli dan menembakkan senjata airsoft gun ke arah tubuh mahasiswa malang tersebut. Penganiayaan berat ini mengakibatkan MFR menderita luka-luka cukup parah pada bagian kepala, wajah, serta beberapa area tubuh lainnya.

Setelah korban lemas dan tidak berdaya, para pelaku memaksa MFR menyerahkan kode keamanan atau PIN aplikasi perbankan miliknya. Setelah menguras habis dana sebesar Rp45 juta dari rekening korban, kawanan begal ini memasukkan korban ke kendaraan lain, lalu membuangnya di kawasan Tol Pasteur, Kota Bandung.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID