Dalam paparannya, Bahlil menyebut subsidi listrik diproyeksikan berada pada kisaran Rp113,45 triliun hingga Rp122,83 triliun.
Adapun subsidi tetap untuk minyak solar atau gasoil 48 direncanakan sebesar Rp1.000 per liter.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan harga energi tetap terjangkau di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik
Di tengah meningkatnya harga energi dunia dan ketegangan geopolitik internasional, pemerintah memastikan tidak akan menaikkan harga BBM subsidi maupun LPG subsidi.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Bahlil saat membuka rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI.
Menurutnya, keputusan itu merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan perlindungan terhadap daya beli masyarakat tetap menjadi prioritas.
"Di balik dinamika harga global yang naik, kami pemerintah bersepakat atas arahan bapak Presiden untuk tidak menaikkan BBM subsidi. Saya ulangi lagi, kami tidak menaikkan BBM subsidi, termasuk LPG," tegas Bahlil.
Kepastian tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat yang selama ini mengandalkan BBM subsidi dan LPG 3 kilogram untuk kebutuhan sehari-hari.
BBM Non Subsidi Tetap Mengikuti Harga Pasar
Meski harga BBM subsidi dipastikan tidak mengalami kenaikan, pemerintah menegaskan bahwa kebijakan berbeda berlaku untuk BBM non subsidi.
Menurut Bahlil, harga BBM non subsidi akan tetap mengikuti mekanisme pasar sesuai ketentuan yang berlaku.
Jenis BBM yang dapat mengalami penyesuaian harga antara lain:
-
Pertamax (RON 92)
-
Pertamax Green (RON 95)
-
Produk BBM non subsidi lainnya
Penyesuaian dilakukan berdasarkan formula yang telah diatur dalam regulasi Kementerian ESDM dan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia.