fin.co.id - Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyeret sejumlah petinggi dan mantan pejabat Badan Gizi Nasional (BGN).
Tidak hanya fokus pada beberapa pengadaan yang diduga bermasalah, Kejagung kini memastikan akan memeriksa seluruh proses pengadaan barang yang dilakukan dalam program MBG.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengungkap secara menyeluruh potensi penyimpangan yang terjadi dalam pelaksanaan salah satu program strategis nasional tersebut.
Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, mengatakan pihaknya saat ini bekerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan untuk melakukan pemeriksaan terhadap seluruh pengadaan barang yang berkaitan dengan program MBG.
Dugaan Mark Up pada Motor Listrik, Sepatu, Tablet dan Televisi
Sejauh ini, penyidik menemukan indikasi dugaan mark up atau penggelembungan harga pada sejumlah pengadaan barang yang digunakan dalam pelaksanaan program MBG.
Beberapa pengadaan yang menjadi sorotan antara lain motor listrik, sepatu, tablet, hingga televisi.
Meski demikian, Kejagung menegaskan bahwa pemeriksaan tidak akan berhenti pada empat jenis barang tersebut. Semua pengadaan yang dilakukan oleh BGN akan diteliti secara mendalam guna memastikan kewajaran harga dan proses pengadaannya.
"Semua, pengadaan semua kita lagi teliti dan kita kerja sama dengan BPKP ini. Nanti kita lihat kewajaran-kewajarannya. Semua kita buka lah," ujar Febrie Adriansyah kepada wartawan di Kantor Badan Pemulihan Aset, dikutip Selasa, (16/6/2026).
Langkah ini menunjukkan bahwa penyidik tidak hanya mengejar pelaku utama, tetapi juga berupaya memetakan keseluruhan pola pengelolaan anggaran yang diduga menimbulkan kerugian negara.
Kejagung Ingin Program MBG Tetap Berjalan Sesuai Tujuan
Di tengah proses hukum yang terus berjalan, Kejagung menegaskan bahwa pengusutan kasus ini bukan untuk menghentikan Program Makan Bergizi Gratis.
Sebaliknya, penegakan hukum dilakukan agar program tersebut dapat kembali berjalan sesuai tujuan awal, yakni meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.
Menurut Febrie, MBG merupakan program yang memiliki manfaat besar bagi masyarakat, khususnya peserta didik yang membutuhkan asupan gizi yang baik untuk menunjang proses belajar.