Nasional . 16/06/2026, 20:27 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan mencatat lebih dari 500 pendaki mendatangi Gunung Lawu yang berada di perbatasan Kabupaten Magetan, Jawa Timur, dan Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Kehadiran ratusan pendaki tersebut berkaitan dengan tradisi pendakian dan tirakatan dalam rangka Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah atau 1 Sura.
Kepala Pelaksana BPBD Magetan Eka Radityo mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan petugas gabungan di Pos Pengamanan Gunung Lawu melalui Jalur Cemorosewu, Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, aktivitas pendakian mengalami peningkatan signifikan.
"Sekitar 500 pendaki tercatat melakukan aktivitas di Jalur Cemorosewu. Mereka datang dari berbagai daerah untuk melakukan tirakatan 1 Sura di puncak Lawu," ujarnya.
Momentum 1 Sura memang dikenal sebagai salah satu periode yang selalu menarik perhatian masyarakat untuk berkunjung ke Gunung Lawu. Selain melakukan pendakian, sebagian pengunjung juga menjalankan kegiatan spiritual dan tirakat di kawasan puncak.
Mengantisipasi lonjakan jumlah pengunjung, BPBD Magetan bersama sejumlah instansi terkait telah melakukan berbagai persiapan pengamanan. Langkah tersebut dilakukan karena jumlah pendaki biasanya meningkat saat peringatan 1 Sura.
Petugas gabungan yang terlibat dalam pengamanan terdiri atas unsur BPBD Magetan, Kodim Magetan, Polres Magetan, Perhutani KPH Lawu dan Sekitarnya, serta relawan Paguyuban Giri Lawu (PGL).
Eka Radityo menjelaskan bahwa pengamanan dan pemantauan dilakukan sesuai permintaan pihak Perhutani.
"Jadi, berdasarkan permintaan dari Perhutani, penjagaan dan pemantauan di Cemorosewu mulai dilakukan pada tanggal 14 sampai dengan 18 Juni 2026," kata dia.
Keberadaan petugas di lapangan bertujuan menjaga keselamatan pendaki sekaligus memastikan aktivitas di kawasan gunung berjalan tertib selama perayaan Sura.
Asper BKPH Lawu Selatan KPH Lawu dan Sekitarnya Mulyadi menyampaikan bahwa Jalur Cemorosewu masih menjadi pilihan utama para pendaki yang ingin mencapai puncak Gunung Lawu.
Menurutnya, jalur tersebut menawarkan akses yang lebih jelas dan menjadi rute terpendek menuju puncak gunung yang memiliki ketinggian 3.265 meter di atas permukaan laut tersebut.
"Jalur Cemorosewu memiliki panjang sekitar 6,5 kilometer. Pendaki biasanya menempuh perjalanan antara lima hingga delapan jam dengan ritme santai untuk menikmati suasana alam," kata dia.
Karakteristik jalur yang relatif mudah dikenali menjadi salah satu alasan mengapa Cemorosewu selalu ramai digunakan, terutama saat momen-momen khusus seperti 1 Sura.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media