Nasional . 16/06/2026, 20:27 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
Meski jumlah kunjungan meningkat, pengelola memastikan seluruh pendaki tetap mengikuti aturan keselamatan dan konservasi yang berlaku.
Setiap pendaki diwajibkan melakukan registrasi resmi di basecamp sebelum memulai perjalanan. Selain itu, pengunjung juga harus mematuhi larangan melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan.
Di sisi lain, aparat kepolisian terus melakukan pemantauan guna menjaga kondisi tetap aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh pengunjung.
Kapolsek Plaosan AKP Agus Budi mengingatkan para pendaki agar selalu menjaga etika selama berada di kawasan Gunung Lawu.
"Kami berharap para pendaki menjadikan momentum Suraan ini sebagai ruang untuk saling bersilaturahmi dan menjaga ketertiban, terutama saat berada di titik-titik istirahat maupun di kawasan puncak yang padat," kata dia.
Bagi masyarakat Jawa, Gunung Lawu tidak hanya dikenal sebagai tujuan wisata pendakian. Kawasan ini juga memiliki nilai spiritual yang kuat, terutama selama Bulan Sura.
Banyak masyarakat yang datang untuk berziarah maupun menjalankan tirakat. Karena alasan tersebut, kawasan Gunung Lawu yang berada di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah selalu dipadati pengunjung setiap memasuki momentum Sura.
Tradisi yang terus berlangsung dari tahun ke tahun menjadikan Gunung Lawu sebagai salah satu pusat aktivitas spiritual dan pendakian yang paling ramai dikunjungi saat pergantian Tahun Baru Islam.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media