Nasional . 23/06/2026, 20:03 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Meski telah mengumumkan penutupan sekitar 240 perusahaan negara, Prabowo belum merinci perusahaan atau entitas mana saja yang telah dibubarkan. Pemerintah juga belum menyampaikan angka pasti terkait total penghematan anggaran yang diperoleh dari kebijakan tersebut.
Namun demikian, pernyataan Presiden ini menjadi sinyal kuat bahwa agenda reformasi dan restrukturisasi BUMN akan terus berlanjut dalam masa pemerintahannya. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan perusahaan negara yang lebih sehat, efisien, dan mampu memberikan kontribusi maksimal bagi perekonomian Indonesia. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media