Pendidikan . 24/06/2026, 23:36 WIB

Jabar Alokasikan Beasiswa bagi 80 Ribu Siswa Sekolah Swasta, Besaran Rp2,7 Juta per Tahun untuk Tiap Murid

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) meluncurkan program bantuan finansial besar-besaran untuk membantu anak-anak yang menempuh pendidikan di institusi non-pemerintah. Langkah ini menjadi solusi konkret agar tidak ada lagi anak yang putus sekolah akibat terkendala masalah ekonomi keluarga pada jenjang SMA/SMK sederajat.

Pemerintah daerah mengalokasikan dana bantuan dengan besaran Rp2,7 juta per tahun untuk setiap siswa yang memenuhi kriteria. Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, mengonfirmasi langsung ketersediaan kuota penerima manfaat ini saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kabupaten Garut pada Rabu, 24 Juni 2026.

"Anak-anak sekolah swasta dengan Rp2,7 juta per tahun, hari ini kita 80 ribu yang dikasih beasiswa," ujarnya.

Dedi menuturkan bahwa penyediaan dana bantuan ini menyasar 80 ribuan siswa selama mereka menuntut ilmu di sekolah swasta. Melalui kehadiran program subsidi ini, ia mengklaim capaian program pendidikan gratis di wilayahnya kini sudah menyentuh angka yang sangat signifikan.

"Artinya hampir seluruh sekolah di Jawa Barat itu sudah bisa dikatakan 90 persen sudah 'free' dibiayai oleh pemerintah provinsi," katanya.

Gandeng Ribuan Sekolah Swasta Lewat Aplikasi Khusus

Demi menyukseskan jaminan akses pendidikan ini, Pemerintah Provinsi Jabar telah menjalin kemitraan resmi dengan 1.015 sekolah swasta. Ribuan sekolah ini siap menampung dan menerima para siswa yang membutuhkan bantuan ekonomi agar proses belajar mereka tetap berlanjut.

Gubernur memastikan bahwa seluruh lembaga pendidikan yang telah menandatangani kesepakatan tidak akan menolak siswa, mengingat pihak provinsi sudah menjamin ketersediaan anggarannya. Untuk mempermudah pelacakan, masyarakat bisa melihat daftar institusi tersebut secara transparan melalui sebuah sistem digital.

"Sekolah-sekolahnya itu ada di aplikasi, nah, sekolah yang tidak kerja sama tidak muncul di aplikasi," katanya.

Kebijakan ini hadir sebagai jawaban bagi para orang tua yang menghadapi keterbatasan finansial agar anak-anak mereka tetap bisa melanjutkan studi ke tingkat yang lebih tinggi.

Solusi Dua Arah: Bantu Siswa Sekaligus Hidupkan Sekolah Swasta

Selain meringankan beban biaya hidup masyarakat, program ini ternyata membawa dampak positif lain bagi ekosistem pendidikan. Bantuan ini menjadi angin segar bagi pihak pengelola sekolah swasta yang pada tahun-tahun sebelumnya sering mengeluhkan minimnya jumlah pendaftar baru akibat kalah bersaing dengan sekolah negeri.

"Sekolah itu memerlukan murid, kan dulu ribut ruang kelasnya kosong. Nah, hari ini enggak akan kosong ruang kelasnya bagi yang mereka bekerja sama dengan Pemprov," katanya.

Terkait asal-usul penyediaan dana, Dedi menegaskan bahwa anggarannya murni berasal dari strategi efisiensi internal. Pihaknya melakukan pergeseran pos anggaran pada Dinas Pendidikan yang sebelumnya belum terpakai, untuk kemudian dialihkan ke sektor yang jauh lebih mendesak ini.

"Kalau sudah Gubernur menyatakan ada anggarannya tersedia, dan teralokasikan, ya sudah," pungkasnya menutup pembicaraan.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com