Nasional . 28/06/2026, 14:54 WIB

Kemhan Tegaskan Latsarmil Calon Manajer Kopdes Merah Putih Tak Berisi Latihan Fisik Berat

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Mayjen TNI Ketut Gede Wetan menegaskan, pelatihan dasar militer (latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Koperasi Kampung Nelayan tidak memuat aktivitas fisik berat pada tahap awal pelaksanaannya.

Menurut Ketut, program pelatihan tersebut dirancang secara bertahap dan berjenjang dengan fokus utama pada pembentukan karakter, disiplin, serta wawasan kebangsaan peserta.

"Proses latihan ini atau pendidikan ini pada tahap pertama adalah penanaman disiplin atau national building melalui bela negara," katanya, Sabtu, 27 Juni 2026.

Ia menjelaskan, pada tahap awal pelatihan, peserta hanya mengikuti kegiatan fisik dasar seperti senam, berjalan kaki, Peraturan Baris Berbaris (PBB), serta Peraturan Penghormatan Militer (PPM). Seluruh materi tersebut, kata dia, bertujuan untuk membangun kedisiplinan dan semangat kebangsaan.

"Jadi belum ada kegiatan yang memang menentukan kegiatan fisik berat. Proses ini dilaksanakan secara bertahap dan bertingkat dan berlanjut," ujar dia.

Setelah menyelesaikan fase pembentukan karakter dan disiplin, peserta akan mulai mengikuti materi manajerial yang diselenggarakan secara paralel sesuai bidang masing-masing.

Ketut menjelaskan, calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan memperoleh pembekalan manajerial dari Kementerian Koperasi. Sementara itu, peserta program Kampung Nelayan Merah Putih mendapatkan materi pengelolaan dari Kementerian Kelautan.

"Sehingga ini merupakan proses yang memang berlanjut secara bertahap, bertingkat, dan berlanjut itu," tuturnya.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah sorotan terhadap pelaksanaan latsarmil setelah jumlah peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang meninggal dunia bertambah satu orang.

Dengan penambahan tersebut, total peserta SPPI yang meninggal dunia mencapai lima orang. Mereka adalah Yonanda Muhammad Taufiq, Anisa Muyassaroh, Novia Rahmadhani Sihotang, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, dan Nola Dya Sari.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com