Megapolitan . 28/06/2026, 21:41 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait atau yang akrab disapa Ara melakukan peninjauan langsung terhadap usulan penerima program bedah rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kelurahan Kebon Sirih, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 28 Juni 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan pelaksanaan program BSPS yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
Pada tahun 2026, alokasi BSPS untuk Provinsi DKI Jakarta mengalami peningkatan signifikan. Jika pada tahun sebelumnya hanya dialokasikan sebanyak 158 unit, pada tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 10.000 unit.
Dari total alokasi tersebut, sebanyak 9.700 unit diperuntukkan bagi wilayah perkotaan, sedangkan 300 unit lainnya dialokasikan untuk kawasan pesisir.
Adapun distribusi bantuan meliputi Jakarta Barat sebanyak 2.443 unit, Jakarta Utara 1.827 unit, Jakarta Pusat 1.810 unit, Jakarta Timur 1.810 unit, Jakarta Selatan 1.810 unit, serta Kepulauan Seribu sebanyak 300 unit.
Khusus untuk wilayah Jakarta Pusat, hingga saat ini telah dilakukan pendataan dan verifikasi terhadap 614 unit rumah yang tersebar di delapan kecamatan dan 35 kelurahan. Sementara itu, di Kelurahan Kebon Sirih terdapat 10 calon penerima bantuan, sedangkan di Kecamatan Menteng secara keseluruhan terdapat 27 unit usulan yang diajukan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri PKP kembali menekankan bahwa pelaksanaan program BSPS harus dilakukan secara cepat, tepat sasaran, serta bebas dari pungutan kepada masyarakat.
"Ini perintah Presiden Prabowo, karena Jakarta istilahnya etalasenya Indonesia, jadi untuk Pak Wakil Wali Kota tolong dibantu ya Pak karena kita sudah mengalokasikan sekitar 10.000 unit untuk Jakarta," tegasnya, Minggu, 28 Juni 2026.
Dalam peninjauan itu, Menteri Ara mengunjungi rumah milik dua calon penerima bantuan, yakni Supendi (64), seorang pedagang, dan Raffles (61), yang berprofesi sebagai penjual sate Padang.
Berdasarkan hasil verifikasi lapangan, kedua rumah tersebut masuk kategori rusak berat dan memenuhi persyaratan sebagai penerima program BSPS. Rencananya, proses perbaikan rumah akan dilaksanakan mulai 30 Juni hingga 30 Agustus 2026.
"Presiden Prabowo dan DPR RI sudah setuju dengan program bedah rumah sebanyak 400.000 unit di tahun ini dan tentunya kita harus bekerja dengan cepat dan tepat untuk merealisasikan program ini karena BSPS ini sangat menyentuh rakyat secara langsung," ujar Menteri PKP.
Selain itu, Menteri Ara juga menyoroti pentingnya aspek legalitas lahan bagi calon penerima bantuan agar pelaksanaan program dapat berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Kementerian PKP, lanjutnya, akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat guna mencari solusi terbaik terhadap persoalan legalitas lahan. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan program BSPS secara tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.
Candra Pratama/Disway
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media