Nasional . 28/06/2026, 18:12 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto meningkatkan anggaran riset nasional hingga mencapai Rp4 triliun. Hal tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem penelitian yang berorientasi pada penyelesaian berbagai persoalan strategis bangsa.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, penambahan anggaran tersebut merupakan arahan langsung Prabowo untuk memperkuat kapasitas riset nasional agar lebih berdampak bagi masyarakat dan pembangunan nasional.
"Pak Prabowo sudah memberikan petunjuk untuk menambah anggaran riset kita sampai di angka Rp4 triliun," kata Prasetyo Hadi kepada wartawan di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu, 28 Juni 2026.
Menurut Prasetyo, pemerintah saat ini tengah menyusun penguatan sistem riset nasional secara terpadu bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Ia menjelaskan, seluruh program penelitian yang dijalankan berbagai lembaga akan diselaraskan dalam satu peta jalan atau grand design nasional. Langkah tersebut dilakukan agar riset yang dikembangkan memiliki arah yang jelas, terintegrasi, serta mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian berbagai persoalan nasional.
"Riset-riset yang sekarang kita jalankan semua harus dalam satu grand design," ujarnya.
Prasetyo menuturkan, pemerintah menginginkan hasil penelitian yang tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga mampu menghasilkan solusi konkret terhadap berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat.
"Misalnya contoh riset tentang sampah, riset energi, kemudian peralihan kalau dari LPG menuju ke CNG, riset-riset yang langsung berdampak pada menyelesaikan masalah-masalah yang kita hadapi," ungkapnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga menyatakan dukungannya terhadap usulan agar badan usaha milik negara (BUMN) mengalokasikan sebagian keuntungan perusahaan untuk mendukung pendanaan riset dan inovasi nasional.
Menurut Prabowo, usulan tersebut memiliki nilai strategis, terutama di tengah upaya pemerintah memperbaiki tata kelola dan meningkatkan kinerja perusahaan-perusahaan pelat merah.
“Tadi juga usulan sektor industri. Biaya riset diusulkan agar tiap BUMN mengalokasikan sebagian laba untuk riset dan untuk riset, inovasi. Itu bagus usulannya. Masalahnya, BUMN-BUMN ini ada labanya enggak?” kata Prabowo saat menghadiri Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) di JCC, Minggu, 28 Juni 2026.
Presiden menegaskan, pemerintah saat ini sedang melakukan pembenahan menyeluruh terhadap BUMN agar lebih sehat, efisien, transparan, dan mampu menghasilkan keuntungan secara berkelanjutan. Menurutnya, perbaikan tata kelola tersebut penting agar BUMN dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pembangunan nasional, termasuk dalam mendukung kemajuan riset dan inovasi.
“Masalahnya kemarin ini BUMN-BUMN ini ya kita sudah tahulah, sudah lama jadi orang Indonesia saudara sudah mengerti. Ini sedang kita bersihkan, sedang kita tertibkan,” ucapnya.
Anisha Aprilia/Disway
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media