Pendidikan . 05/07/2026, 20:37 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id – Kabar gembira bagi para pemburu beasiswa yang ingin melanjutkan studi di bidang sains dan teknologi. Pemerintah menambah 14 universitas unggulan dunia yang menjadi tujuan prioritas Beasiswa LPDP khusus bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) sebagai bagian dari upaya mendukung kebutuhan sumber daya manusia pada industri strategis nasional.
Kebijakan baru ini tentu memperluas peluang emas bagi talenta muda Indonesia untuk menempuh pendidikan di institusi global papan atas. Penambahan daftar perguruan tinggi ini sengaja pemerintah rancang agar kurikulum yang mahasiswa serap di luar negeri dapat langsung berkontribusi pada program pembangunan domestik.
Dukungan untuk Sektor Industri Strategis Nasional
Kepala Sub Divisi Komunikasi LPDP, Risqi Sita Novanti mengatakan penambahan tersebut melengkapi daftar 17 universitas unggulan yang sebelumnya telah menjadi prioritas untuk seluruh bidang studi.
"Kalau dulu cuma ada 17 universitas unggul. Sekarang ditambahkan lagi 14 universitas lainnya untuk bidang STEM," kata Risqi dalam diskusi di Jakarta Kreatif Festival di Jakarta, Minggu, 5 Juli 2026.
Risqi mengatakan, langkah tersebut dilakukan karena pemerintah memprioritaskan pengembangan SDM yang mampu mendukung delapan sektor industri strategis nasional. Kebutuhan tenaga ahli yang kompeten pada pos-pos krusial menjadi alasan utama di balik akselerasi perluasan kerja sama ini.
"Sekarang untuk prioritas kita harus mendukung program prioritas nasional supaya selaras untuk mendukung delapan industri strategis seperti ketahanan pangan, ekonomi kreatif, industrialisasi," ujarnya.
Ia menjelaskan, 17 universitas unggulan yang telah menjadi prioritas untuk seluruh bidang studi antara lain:
Selain menambah kuota mitra universitas, manajemen pengelola dana pendidikan ini juga memperluas rumpun ilmu yang masuk dalam kategori utama. Risqi mengatakan pemerintah juga memperluas cakupan bidang prioritas tidak hanya untuk program studi STEM murni, tetapi juga program yang berkaitan dengan pengembangan sektor strategis.
Ia menambahkan, perluasan daftar universitas tersebut diharapkan memberi lebih banyak pilihan bagi calon penerima beasiswa sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia agar mampu menjawab kebutuhan pembangunan nasional di masa depan. Kombinasi ilmu murni dan terapan ini dinilai menjadi kunci penguatan fondasi negara.
"Mayoritas kita prioritaskan untuk bidang STEM, yaitu science, technology, engineering, mathematics. Dan juga STEM related seperti law, economics, public policy dan public administration," katanya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media