Ukraina Klaim Berhasil Tekan Rusia, Hampir 40 Ribu Tentara Jadi Korban dalam Sebulan

news.fin.co.id - 05/07/2026, 20:44 WIB

Ukraina Klaim Berhasil Tekan Rusia, Hampir 40 Ribu Tentara Jadi Korban dalam Sebulan

Prediksi korban perang Rusia-Ukraina tembus 2 juta jiwa pada musim semi 2026. Data CSIS bongkar rekor kematian tentara melampaui Perang Dunia II.Foto:hariman

Korban Rusia Diklaim Hampir 40 Ribu Personel

Militer Ukraina memperkirakan Rusia mengalami sekitar 39.490 korban hanya selama Juni 2026.

Jumlah tersebut diklaim jauh lebih besar dibandingkan kemampuan Rusia merekrut personel baru yang diperkirakan hanya berkisar antara 24.000 hingga 30.000 tentara per bulan.

ISW juga menghitung bahwa Rusia kehilangan sekitar 1.298 personel untuk setiap satu kilometer persegi wilayah yang berhasil direbut sepanjang Juni.

Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, Zelenskyy mengutip estimasi Center for Strategic and International Studies (CSIS) yang menyebut total korban Rusia sejak perang dimulai telah mencapai sekitar 1,4 juta orang.

Angka ini mencakup personel yang tewas maupun terluka menurut estimasi tersebut dan belum dikonfirmasi oleh pemerintah Rusia.

Rusia Tetap Buka Peluang Negosiasi

Di tengah situasi medan perang yang masih berlangsung, Rusia menyatakan tetap membuka peluang penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan proposal yang sebelumnya dibahas bersama Amerika Serikat masih dapat menjadi dasar negosiasi damai.

Senada dengan itu, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut Moskow tetap terbuka terhadap berbagai upaya perdamaian.

Meski demikian, Presiden Rusia Vladimir Putin mengaku telah menolak beberapa usulan gencatan senjata yang diajukan Ukraina.

Menurut Putin, operasi militer Rusia masih mampu memberikan tekanan terhadap Kyiv sehingga tujuan strategis negaranya belum berubah.

Selain menghadapi tantangan di medan perang, Rusia juga disebut mengalami tekanan ekonomi yang cukup besar.

Komisaris Presiden Ukraina untuk Kebijakan Sanksi, Vladyslav Vlasyuk, menyatakan pendapatan minyak Rusia selama Januari hingga Mei 2026 turun sekitar 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Pimred FIN.CO.ID