Megapolitan . 24/07/2026, 09:18 WIB

Sopir Alphard yang Melanggar Diduga Intimidasi Satpam Bundaran HI Sambil Tunjukkan KTA, Polisi Turun Tangan

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Kasus cekcok antara satpam Bundaran HI, Jakarta Pusat, dengan pengemudi Toyota Alphard yang viral di media sosial memasuki babak baru. Pengakuan satpam bernama Victor Harefa yang mengaku diintimidasi hingga dipaksa meminta maaf kini didalami kepolisian.

Victor mengungkapkan, insiden bermula saat dirinya mengatur penyeberangan pejalan kaki di kawasan Bundaran HI pada Rabu 22 Juli 2026. Ketika lampu lalu lintas sudah berubah merah, sebuah Toyota Alphard disebut tetap melaju sehingga ia menegur pengemudi dengan mengetuk kaca mobil.

Namun, teguran itu justru memicu cekcok. Victor mengatakan pengemudi bersama dua penumpangnya turun dari mobil dan sempat mendorong dirinya.

"Nah, karena pospolnya ada di depan bundaran sebelah kiri, saya bawa mereka ke situ. Dan sambil dorong-dorong saya di jalan, 'Mana pospolnya? Ayo ke pospol! Saya tidak takut, saya juga aparat,'" ujar Victor menceritakan kronologi lewat video di media sosial. 

Setibanya di Pos Polisi Thamrin, Victor mengaku salah satu dari tiga orang tersebut kembali mengaku sebagai aparat sambil memperlihatkan Kartu Tanda Anggota (KTA).

Saat menjelaskan kronologi kepada kepala pos polisi, Victor mengaku justru dinilai sebagai pihak yang bersalah.

"Setelah saya sudah memberitahu kronologinya, dan kepala pospolnya menyampaikan ke saya, 'Kamu salah. Kamu tidak ada hak untuk memukul kaca mobil,'" ucap dia.

Menurut Victor, pernyataan itu membuat pengemudi dan penumpangnya semakin menyudutkan dirinya. Mereka disebut menanyakan vendor tempatnya bekerja dan menyinggung akan melaporkannya agar diberhentikan dari pekerjaannya.

Merasa tidak memiliki jalan keluar, Victor akhirnya memilih meminta maaf.

"Karena saya tidak ada jalan keluar, saya salaman kepada beliau dan bersujud, minta maaf. 'Saya salah, saya akan jadikan pengalaman saya, pedoman saya untuk ke depannya untuk lebih hati-hati dalam melaksanakan tugas di area kerja terbatas,'" ungkap dia.

Victor juga mengaku perlakuan terhadap dirinya belum berhenti. Menurutnya, sopir Alphard masih memakinya, menyuruhnya melakukan push-up, hingga mengangkat kerah bajunya saat hendak meninggalkan pos polisi.

Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan pihaknya tengah mendalami seluruh pengakuan Victor, termasuk dugaan intimidasi dan peristiwa sujud meminta maaf.

"Kalau diminta sujud ini yang saya perlu klarifikasi ke kedua belah pihak. Kami masih mengklarifikasi yang bersangkutan bagaimana prosesnya pada saat itu seperti apa real-nya," kata Braiel di Mapolsek Metro Menteng, Kamis 23 Juli 2026.

Polisi juga menyelidiki pengakuan mengenai seseorang yang diduga menunjukkan KTA aparat saat perselisihan berlangsung. Hingga kini, identitas maupun keaslian kartu tersebut masih belum diketahui.

"Ya, itu masih kita dalami karena yang bersangkutan (Victor) juga tidak bisa secara spesifik, belum bisa secara spesifik menjelaskan KTA apa dari mana, masih belum bisa menjelaskan," ujar Braiel.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com