Belum Ada Kesepakatan Damai: Serangan Udara Israel Tewaskan 13 Orang di Gaza!

news.fin.co.id - 02/08/2026, 23:08 WIB

Belum Ada Kesepakatan Damai: Serangan Udara Israel Tewaskan 13 Orang di Gaza!

Pesawat tempur Israel kembali menggempur kawasan Gaza selama dua hari berturut-turut di akhir pekan.

fin.co.id — Pesawat tempur Israel kembali menggempur kawasan Gaza selama dua hari berturut-turut di akhir pekan. Pada Minggu, 2 Agustus 2026, aksi militer tersebut menewaskan sedikitnya 13 warga Palestina, menurut konfirmasi dari petugas medis setempat.

Gelombang serangan ini mencatatkan jumlah korban jiwa harian tertinggi dalam beberapa minggu terakhir.

Petugas kesehatan Palestina melaporkan bahwa jet tempur Israel menyasar Kota Gaza di bagian utara, kota Deir al-Balah di wilayah tengah, serta kawasan Khan Younis di bagian selatan sejak subuh.

Eskalasi kekerasan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan terobosan baru terkait upaya penerapan perjanjian gencatan senjata Gaza tahun lalu.

Pernyataan Trump pada hari Kamis—yang menyebut militan Hamas Palestina dan kelompok bersenjata lain sepakat melucuti senjata—sempat membangkitkan harapan besar publik akan titik balik konflik.

Namun, Menteri Energi Israel, Eli Cohen mematahkan harapan tersebut. Anggota kabinet keamanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu itu menyampaikan pandangannya saat berbicara kepada Radio Angkatan Darat Israel pada hari Minggu.

Ia menegaskan bahwa pemerintah memberikan kesempatan bagi Hamas untuk melucuti senjata, tetapi ia merasa ragu hal itu bisa terwujud. "sangat skeptis," kata Eli Cohen mengenai peluang Hamas melucuti senjata.

Cohen menambahkan bahwa pemerintah belum menyepakati penghentian aksi militer ke Gaza. Ia memandang Israel—yang kini menguasai 70 persen wilayah tersebut—perlu mengambil alih kendali secara menyeluruh apabila Hamas menolak melucuti senjata.

“Dalam kesepakatan yang kami tandatangani dengan Amerika Serikat, pendirian kami adalah bahwa Hamas harus dibubarkan. Ini adalah hal pertama yang harus terjadi,” tambah Cohen.

Rudal Hantam Tenda Pengungsian, Rumah, dan Apartemen Warga

Para petugas medis melaporkan bahwa roket-roket Israel menghancurkan tenda-tenda tempat tinggal, bangunan apartemen, hingga rumah warga.

Layanan darurat sipil beserta pejabat kesehatan setempat mencatat serangan di Deir al-Balah merenggut sedikitnya empat nyawa. Di saat bersamaan, roket lain melukai lima orang dan membakar deretan tenda pengungsian di Mawasi dekat Khan Younis.

Masih di lokasi Mawasi, pejabat Palestina mengonfirmasi sepasang suami istri beserta anak laki-laki mereka yang berusia 9 tahun tewas akibat ledakan bom di rumah mereka.

Kejadian serupa menimpa sebuah apartemen di Kota Gaza. Pasangan suami istri dan anak mereka gugur dalam ledakan tersebut. Petugas medis menambahi bahwa dua warga lain tewas saat tembakan menghantam tenda dekat kantor misi perwakilan Mesir, serta satu korban jiwa jatuh di dekat Jabalia, Gaza utara.

Di pihak lain, pihak militer Israel mengklaim serangan apartemen di Deir al-Balah menargetkan dua komandan pasukan elit Hamas "Nukhba". Pihak militer menyatakan operasi di Kota Gaza dan Jabalia juga menyasar "operator militer", meski mereka masih meninjau situasi di lapangan.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID