Internasional . 02/08/2026, 09:38 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Sebuah pesawat wisata yang mengangkut wisatawan asal Eropa untuk melihat Garis Nazca jatuh di sebuah ladang di luar Kota Nazca, Peru, pada Sabtu 1 Agustus 2026. Insiden nahas tersebut menewaskan seluruh 13 orang yang berada di dalam pesawat.
Pemerintah Kota Nazca menyatakan pesawat tersebut lepas landas dari Kota Ica dan dioperasikan oleh maskapai Peru, Aerodiana. Berdasarkan informasi di situs resminya, Aerodiana telah melayani penerbangan wisata di atas Garis Nazca selama 14 tahun menggunakan pesawat Cessna Grand Caravan.
Garis Nazca merupakan kumpulan geoglif raksasa yang diukir di kawasan gurun sekitar Nazca ratusan tahun lalu oleh masyarakat asli Peru. Bentuk-bentuknya menyerupai berbagai hewan dan hanya dapat dinikmati secara utuh dari udara atau dari menara pengamatan.
Kementerian Transportasi Peru mengungkapkan, korban tewas terdiri dari tujuh warga negara Italia berusia antara 18 hingga 54 tahun, dua warga Spanyol berusia 52 tahun, serta dua warga Jerman berusia 77 dan 78 tahun.
Dua korban lainnya merupakan awak pesawat, yakni pilot Americo Salazar dan kopilot Irenka Guanilo del Carpio.
Presiden Peru, Keiko Fujimori, menyampaikan belasungkawa atas tragedi tersebut. Ia mengatakan pemerintah tengah mempertimbangkan "penangguhan sementara" operasional bandara, namun keputusan akan diambil setelah menerima laporan dari kementerian terkait.
Sementara itu, pihak berwenang Peru menyatakan penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan. Hingga kini, pihak Aerodiana belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media