Politik . 05/08/2026, 17:57 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aris Marsudiyanto menanggapi isu pergantian Kapolri yang belakangan ramai diperbincangkan. Namun, ia tidak memberikan kepastian mengenai kabar tersebut dan meminta masyarakat menunggu keputusan resmi.
"Tunggu tanggal waktunya," ujarnya kepada wartawan, dikutip, Rabu, 5 Agustus 2026.
Aris menilai pergantian pejabat merupakan hal yang wajar dalam sistem pemerintahan. Menurutnya, setiap jabatan pada akhirnya akan mengalami pergantian sesuai kewenangan Presiden.
"Jabatan di dunia pasti akan diganti, tidak ada yang tidak diganti, kan begitu. Tinggal waktunya tergantung Pak Presiden," katanya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni juga menegaskan bahwa hingga kini DPR belum menerima Surat Presiden (Surpres) mengenai pergantian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
"Kagak ada, Kagak ada!," kata Sahroni kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026.
Ia memastikan belum ada pemberitahuan mengenai pengiriman Surpres tersebut. Menurutnya, apabila surat itu sudah disampaikan kepada DPR, pihaknya tentu telah mengetahui.
"Belum, enggak ada masalahnya! Kalau isu dikirim kan kita udah tahu. Kalau kalian tanya, pasti gua jawab. Masalahnya belum ada," jelas dia.
Saat kembali ditanya apakah kemungkinan surat tersebut belum dibuka, Sahroni kembali menepis anggapan tersebut.
"Enggak lah, enggak, enggak ada!" tegasnya.
Politikus Partai NasDem itu juga menilai kinerja Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri masih berjalan baik sehingga belum ada alasan yang mengharuskan pergantian jabatan hanya berdasarkan isu yang berkembang.
Menurut Sahroni, isu pergantian Kapolri mengemuka karena masa jabatan Listyo Sigit telah memasuki sekitar lima tahun. Meski demikian, ia menegaskan hal tersebut tidak berkaitan dengan penilaian negatif terhadap kinerja Kapolri.
"Enggak, Kapolri bagus kok. Cuman kan isu terkait dengan bagaimana Kapolri diganti kan hembusannya kenceng. Wajar, kan beliau udah lima tahun," ujar Sahroni.
Ia menambahkan, munculnya dorongan pergantian pimpinan institusi merupakan hal yang lazim terjadi setelah seseorang menduduki jabatan dalam waktu yang cukup lama.
"Karena lama, orang ada yang enggak suka. Ya dimaklumi aja," imbuhnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media