Internasional . 05/08/2026, 22:20 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Iran agar segera membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis bagi perdagangan minyak dan gas dunia. Trump menegaskan Iran akan menghadapi "pukulan keras" apabila selat tersebut tidak kembali dibuka dalam waktu dekat.
Pernyataan itu disampaikan Trump dalam wawancara dengan Fox News pada Selasa saat melakukan kunjungan ke California.
Di saat yang sama, laporan Axios menyebut Amerika Serikat, Iran, dan Oman tengah mendekati kesepakatan sementara untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Trump menegaskan pemerintahannya menginginkan tindakan nyata, bukan sekadar pembicaraan diplomatik. "Selat itu akan segera dibuka, atau mereka akan menerima pukulan keras—dan kemudian selat itu tetap akan dibuka," kata Trump saat berkunjung ke California.
Menurut Trump, komunikasi dengan Iran masih terus berlangsung dan menunjukkan perkembangan yang positif.
Trump mengatakan Iran disebut ingin mencari jalan keluar untuk mengakhiri konflik yang bermula pada 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran.
"Kami sedang melakukan diskusi yang sangat baik," ujarnya, seraya menegaskan bahwa Iran berkeinginan mencari jalan untuk mengakhiri konflik yang bermula pada 28 Februari ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran.
Meski optimistis, Trump menegaskan bahwa hasil akhir tetap bergantung pada langkah konkret yang diambil Iran.
"Satu-satunya hal yang penting adalah tindakan nyata. Dan mereka ingin mencapai kesepakatan. Kita lihat saja nanti apa yang terjadi."
Trump juga menyatakan dirinya tidak terburu-buru dalam proses negosiasi. "Saya punya banyak waktu," tambahnya.
Saat hendak menaiki pesawat Air Force One untuk penerbangan dari California menuju Las Vegas, Trump kembali menyampaikan keyakinannya bahwa kesepakatan bisa segera tercapai.
Ia memperkirakan hasil pembicaraan dapat diumumkan dalam satu hingga dua hari ke depan. Trump mengatakan ia yakin kesepakatan bisa tercapai "besok atau lusa."
Sementara itu, Axios melaporkan bahwa Amerika Serikat, Iran, dan Oman hampir mencapai kesepakatan sementara mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz.
Mengutip pejabat regional dan pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, Axios menyebut kesepakatan tersebut berupa pengaturan selama 60 hari untuk menjamin keamanan pelayaran di selat strategis tersebut.
Dalam skema yang dibahas, kesepakatan tidak mencakup pembayaran biaya lintas atau tol dan dapat diperpanjang setelah masa berlaku berakhir.
Berdasarkan laporan Axios, seluruh kapal yang menuju kawasan Teluk akan menggunakan jalur pelayaran utara. Sementara itu, kapal yang keluar dari Teluk akan melintasi jalur selatan yang berada di perairan wilayah Oman.
Selat Hormuz selama ini menjadi salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia karena menjadi lintasan utama distribusi minyak dan gas global. Kondisi di kawasan tersebut kerap menjadi pemicu ketegangan geopolitik yang berdampak pada stabilitas pasokan energi internasional.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media