Ekonomi . 05/08/2026, 20:09 WIB

Heboh! KAI Didepak dari Whoosh, Kemenkeu Ambil Alih Semua Utangnya

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Langkah besar dan drastis diambil pemerintah demi menuntaskan restrukturisasi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh. Kepemilikan serta pengelolaan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dipastikan bakal berpindah tangan ke bawah kendali langsung Kementerian Keuangan (Kemenkeu), melepaskan peran PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI.

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, membeberkan bahwa dalam peta kepemilikan baru ini, Kemenkeu bakal memegang porsi saham mayoritas sebesar 60 persen, sementara 40 persen sisanya tetap dikuasai oleh konsorsium perusahaan China. Tak main-main, Purbaya melontarkan wacana megah untuk meneruskan trek kereta cepat ini hingga menembus Jawa Timur.

"Jadi 60 persen (Saham KCIC) dikasih ke kita, 40 persennya ada yang lain, masih ada China juga di situ kan. Kita tanya ke China juga sepertinya mereka masih mau melanjutkan proyek ini dan mungkin kalau disuruh kita akan perpanjang ke Jawa Timur sana," seloroh Purbaya usai menggelar pertemuan tertutup dengan Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Beban Utang Disedot Kemenkeu: Dijamin Tak Bakal Bebani APBN!

Lebih jauh, Purbaya mengonfirmasi bahwa seluruh tanggungan utang Whoosh akan resmi dialihkan dari Danantara ke pangkuan Kemenkeu. Proses transisi besar-besaran ini ditargetkan rampung total pada pertengahan September 2026.

"Kereta Cepat Jakarta Bandung ini diserahkan dari Danantara ke Kementerian Keuangan. Prosesnya kita percepat, mungkin pertengahan September sudah akan clear," tegasnya.

Menjawab kekhawatiran publik soal potensi pembengkakan anggaran negara, Purbaya menjamin pengambilalihan utang tersebut tidak akan menyedot dana APBN secara langsung. Pengelolaan beban finansial itu bakal disalurkan melalui mekanisme Special Mission Vehicle (SMV) di bawah naungan Kemenkeu.

"Jadi walaupun oleh pemerintah, tapi enggak langsung jadi tanggung jawab atau membebani APBN," terang Purbaya.

Dalam kesempatan yang sama, COO Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa timnya tengah mematangkan kalkulasi akhir terkait total nominal utang Whoosh yang akan diserahterimakan.

"Pada saat penyerahan nanti ya. Karena detilnya masih dihitung. Pertengahan September paling lambat," jelas Dony.

Sekadar diketahui, PT KCIC awalnya terbentuk sebagai perusahaan patungan antara konsorsium BUMN Indonesia dan konsorsium BUMN China. Pihak Indonesia memegang 60 persen saham melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) yang di dalamnya melibatkan KAI, sedangkan 40 persen sisanya digenggam oleh konsorsium Beijing Yawan HSR Co. Ltd.

Fajar Ilman/Disway

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com