Nasional . 07/08/2026, 20:48 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Sebanyak 25 guru dan murid di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Seluruh korban langsung mendapatkan penanganan medis dan dilarikan ke Puskesmas Dramaga untuk menjalani perawatan.
Peristiwa tersebut dibenarkan Kapolsek Dramaga, AKP AM Zalukhu. Ia mengatakan kejadian dugaan keracunan makanan itu terjadi pada Kamis, 6 Agustus 2026 dan saat ini masih dalam penanganan aparat bersama instansi terkait.
Zalukhu mengatakan korban dugaan keracunan terdiri dari guru dan siswa SD Ciherang 01. Makanan yang dikonsumsi para korban berasal dari dapur MBG yang berada di Desa Ciherang.
"Kejadian keracunan makanan yang diduga disebabkan dari Makan Bergizi Gratis (MBG). Korban sampai dengan saat ini 25 orang, terdiri dari guru dan siswa," katanya, Jumat, 7 Agustus 2026.
Menu MBG yang dikonsumsi korban terdiri atas nasi putih, telur balado, tempe goreng, tumis wortel, jagung, brokoli, dan buah anggur. Setelah menyantap makanan tersebut, para korban mulai mengalami sejumlah keluhan kesehatan.
"Menu nasi putih, telur balado, tempe goreng, tumis wortel, jagung, brokoli, dan buah anggur," ungkapnya.
Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Dramaga untuk memperoleh penanganan medis. Mereka mengalami gejala berupa mual, muntah, diare, sakit perut, hingga sakit kepala.
"Sampai saat ini Polsek Dramaga bekerja sama dengan unsur muspika (musyawarah pimpinan kecamatan) dan puskesmas yang ada di wilayah Dramaga mengutamakan pengobatan dan pemulihan kesehatan para korban," pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memastikan seluruh biaya pengobatan korban dugaan keracunan ditanggung pemerintah daerah. Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan hal itu usai meninjau pasien di Puskesmas Dramaga pada Jumat (7/8).
Bupati Rudy menegaskan pemerintah daerah memprioritaskan penanganan medis terhadap seluruh pasien. Di sisi lain, pemerintah juga masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab dugaan keracunan tersebut.
"Untuk pengobatan bagi yang terduga keracunan, semua ditanggung oleh Pemkab Bogor. Tentunya kami akan memberikan pelayanan yang terbaik bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bogor," kata Bupati Rudy.
Menurut Rudy, hingga Jumat (7/8) dini hari terdapat 24 warga yang diduga mengalami keracunan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 22 orang masih menjalani perawatan di Puskesmas Dramaga, sedangkan dua orang lainnya telah diizinkan pulang karena kondisi kesehatannya membaik.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media