Pendidikan . 07/08/2026, 21:37 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan program beasiswa pendidikan tinggi bagi lulusan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 32 Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Kepala SRT 32 Natuna Bumiselan mengatakan lulusan Sekolah Rakyat yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dapat mengikuti seleksi masuk kampus yang telah bekerja sama dengan pemerintah, salah satunya Universitas Ary Ginanjar (UAG). Hal itu disampaikannya di Natuna, Kamis, 6 Agustus 2026.
Bumiselan menjelaskan lulusan yang berhasil lolos seleksi perguruan tinggi akan memperoleh beasiswa penuh dari Kemensos. Bantuan tersebut tidak hanya mencakup biaya pendidikan, tetapi juga kebutuhan hidup selama menempuh perkuliahan sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, program itu menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memberikan kesempatan yang lebih luas kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu agar dapat mengenyam pendidikan tinggi. Dengan bekal pendidikan yang lebih baik, mereka diharapkan memiliki masa depan yang lebih cerah.
"Biayanya ditanggung, termasuk biaya kehidupan. Untuk kampus, pilihannya diserahkan kepada mahasiswa karena banyak kampus yang sudah disiapkan," ucapnya.
Apabila lulusan Sekolah Rakyat tidak memilih melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, Kemensos akan mengarahkan mereka memasuki dunia kerja. Sebelum bekerja, para lulusan akan mendapatkan pelatihan keterampilan agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Melalui dukungan pendidikan maupun pelatihan kerja, pemerintah berharap lulusan Sekolah Rakyat mampu menjadi generasi yang mandiri. Langkah tersebut juga diharapkan menjadi bagian dari upaya memutus rantai kemiskinan di Indonesia.
Bumiselan mengatakan hingga saat ini SRT 32 Natuna baru memiliki satu lulusan yang berasal dari angkatan pertama tahun ajaran 2025/2026. Meski demikian, pemerintah telah menyiapkan berbagai program pendampingan agar lulusan memiliki peluang melanjutkan pendidikan maupun bekerja.
"Hingga saat ini, SRT 32 Natuna baru memiliki satu orang lulusan yang berasal dari angkatan pertama tahun ajaran 2025/2026," ujarnya.
Bumiselan menjelaskan komitmen pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan sudah terlihat sejak peserta didik mulai bersekolah di SRT 32 Natuna. Selama menjalani pendidikan, seluruh kebutuhan siswa dipenuhi oleh pemerintah, mulai dari pakaian, kebutuhan sehari-hari, hingga makanan bergizi untuk mendukung kesehatan dan tumbuh kembang mereka.
Selain memperoleh pendidikan akademik, peserta didik juga mengikuti pembinaan karakter melalui berbagai kegiatan. Program tersebut bertujuan menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kemandirian, serta sikap positif dalam kehidupan sehari-hari.
"Harapannya anak-anak ini memiliki bekal yang cukup, tidak hanya secara akademik, tetapi juga karakter, sehingga mampu bersaing dan mengubah kondisi keluarganya ke arah yang lebih baik," katanya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media